Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kisah Berhentinya Transportasi Air di Sungai Surabaya

Mus Purmadani • Rabu, 27 Desember 2023 | 22:03 WIB

Pemandangan sungai Pegirian dengan latar belakang Jalan Nyamplungan di kawasan Surabaya Utara di tahun 1900-an.
Pemandangan sungai Pegirian dengan latar belakang Jalan Nyamplungan di kawasan Surabaya Utara di tahun 1900-an.


SURABAYA - Sungai-sungai di Surabaya pernah menjadi jalur transportasi favorit di zamannya. Warisan kejayaan transportasi air ini masih terlihat hingga kini.

"Yaitu pasar-pasar kuno yang letaknya tak jauh dari sungai seperti Pasar Pabean, Pasar Genteng, Pasar Keputran hingga Pasar Wonokromo," ujar Pemerhati Sejarah Surabaya Nur Setiawan, Selasa (26/12).

Ia mengatakan sungai di Surabaya dan Kali Mas berhenti jadi jalur transportasi air semenjak jalur kereta api dibangun di kota ini sekitar tahun 1860an. Lalu kemudian otomotif juga mulai masuk dan digunakan di akhir abad 19.

"Jalur air ketika itu dianggap kurang relate sebab memasuki abad 20 revolusi industri terjadi hampir di seluruh benua," katanya.

Lebih lanjut Nur Setiawan mengatakan penggunaan jalur sungai dan transportasi tradisional seperti dokar dianggap ketinggalan zaman.
 
"Negara-negara kolonial bersaing melakukan pembaruan tranportasi berikut jalurnya," jelasnya.

Selain itu lanjut Nur, berhentinya transportasi air juga karena sedimentasi.
 
Konon, menurutnya, dahulu sungai Surabaya begitu luas. "Namun lambat laut mengalami penyempitan dan pendangkalan sehingga kapal-kapal yang berukuran lumayan besar, susah bermanuver di perairan kali Surabaya," pungkasnya. (mus/jay)
Editor : Jay Wijayanto
#sungai surabaya #transportasi air #Surabaya Tempo Dulu