Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Asal Usul Lakarsantri dan Jejak Petilasan Raden Patah saat Berguru ke Sunan Ampel di Surabaya

Guntur Irianto • Rabu, 6 Desember 2023 | 00:34 WIB
Punden dan umpak dari batu bata di petilasan Raden Patah yang ada di Lakarsantri.
Punden dan umpak dari batu bata di petilasan Raden Patah yang ada di Lakarsantri.

SURABAYA dulunya sebuah wilayah Karesidenan yang memiliki wilayah lumayan luas. Beberapa wilayah masih ada hingga sekarang dan menjadi pemukiman warga.

Beberapa kampung yang ada saat zaman itu, hingga saat ini bahkan masih ada. Salah satunya adalah Lakarsantri.

Wilayah kecamatan ini diduga merupakan salah satu pemukiman warga yang sudah ada sejak masa kerajaan.

Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, Lakarsantri diduga salah satu kawasan pemukiman kuno di Surabaya.

Ini karena ditemukan situs kuno yang diduga reruntuhan candi di lokasi tersebut dan saat ini menjadi punden Raden Patah. "Kondisi bangunan kuno ini sudah berupa reruntuhan. Diduga bekas candi," ujarnya.

Cerita dari warga sekitar konon Raden Patah pernah bersemedi di hutan wilayah Lakarsantri. Diduga banyak pengikut atau santri dari Raden Patah yang pernah singgah di desa tersebut.

Hal ini dibuktikan dengan temuan-temuan kuno yang terdapat di situs ini antara lain berupa reruntuhan bata kuno, empat buah umpak, satu buah batu lumpang, dan fragmen miniatur candi. Di dalam petilasan juga terdapat makam Mbah Buyut Painah dan bekas petilasan Raden Patah.

Raden Patah atau Sultan Jimbun Palembang merupakan raja pertama di Kesultanan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama di tanah Jawa.

Namanya lengkapnya adalah Sultan Alam Akbar al-Fatah dengan gelar Senopati Jimbun Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama.

Ia merupakan keturunan dari raja terakhir Kerajaan Majapahit, Raja Brawijaya V, dari selirnya yang merupakan keturunan Tionghoa dan dibuang di Palembang karena kecemburuan sang permaisuri.

Sebelum mendirikan Kesultanan Demak di Jawa Tengah atas inisiatif dari Wali Songo, Raden Patah diketahui sempat berguru ke Sunan Ampel di Surabaya. Ia mendarat di pelabuhan Gresik dari tanah kelahirannya di Palembang.

Setiap hari minggu di bekas petilasan Raden Patah di Lakarsantri ini diadakan latihan gamelan oleh warga sekitar. Selain itu, petilasan ini juga sering diziarahi oleh para pengunjung baik dari Surabaya maupun luar kota seperti dari Kediri, Lamongan dan Gresik.

Nur Setiawan mengungkapkan, wilayah Lakarsantri ini merupakan gabungan dari dua desa. Yaitu Desa Kalisantri dan Desa Lakar. Dua desa ini berada di sisi utara dan selatan dengan pembatas simpang tiga Lakarsantri.

Kemudian, desa ini bersatu menjadi satu kecamatan dengan wilayah lebih luas seperti sekarang ini. "Dulu wilayah ini berupa daratan gunung, masuk dalam wilayah pegunungan Kendeng," katanya.

Pegunungan Kendeng sendiri adalah kawasan pegunungan kapur yang membentang dari Jawa Tengah di wilayah Pati, Grobogan dan Salatiga hingga ke Jawa Timur di Lamongan, Bojonegoro hingga ke Ngawi dan Madiun. (gun/nur/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#sunan ampel #lakarsantri #pegunungan kendeng #petilasan #Raden Patah