Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Riwayat Kedungdoro dan Penanda Keberadaan Sungai yang Dalam di Surabaya

Jay Wijayanto • Rabu, 8 November 2023 | 17:49 WIB
KINI BERKEMBANG PESAT: Kedungdoro merupakan kawasan yang memiliki sejarah cukup lekat di Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
KINI BERKEMBANG PESAT: Kedungdoro merupakan kawasan yang memiliki sejarah cukup lekat di Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari merupakan kawasan yang memiliki sejarah di Surabaya.

Tidak hanya memiliki kampung yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, Kedungdoro juga awal keberadaan sekolah dokter di Surabaya.

Menurut Sejarawan Universitas Airlangga Prof. Purnawan Basundoro, nama Kedungdoro bisa diartikan dulunya berair berarti kedung atau sungai yang dalam.

“Berarti dulu ada sungai-sungai yang dalam. Kalau tahunnya nggak jelas kapan. Kadang spontan orang menamakan sesuatu dan terus diulang-ulang, jadi tidak terlacak kapan mulai ada nama-nama semacam itu. Karena mengacu pada situasi alam,” katanya.

Sejarah lain menunjukkan pada tanggal 8 Mei 1913, berdasarkan Keputusan Pemerintah Besluit van de Gouverneur van Netherlandsch Indie Nomor 4211 didirikanlah Sekolah Dokter di Surabaya bernama Netherlandsch Indische Artsen School (NIAS).

Awal mulanya, NIAS berkedudukan di Jalan Kedungdoro 38 dan diresmikan tanggal 1 Juli 1913. Sedangkan pendidikan dokternya sendiri dimulai pada tanggal 15 Juli 1913.

Sementara itu, Sejarawan Unair lainnya Adrian Perkasa mengatakan, di Kedungdoro terdapat kampung tua bernama Kampung Surabayan.

Diketahui Kampung Surabayan ada sejak ratusan tahun lalu. Bukti itu terdapat pada prasasti Canggu. Prasasti yang menunjukkan tahun 1358 itu ditulis pada masa Kerajaan Majapahit dipimpin Raja Hayam Wuruk. Surabaya disebut dengan Curabhaya.

Adrian menyebut, Desa Curabhaya yang disebut dalam prasasti adalah Kampung Surabayan saat ini. Sebab, dalam prasasti disebutkan bahwa desa itu berada di pinggir sungai.

“Di sekitar Kampung Surabayan ada sungai yang merupakan cabang dari Kalimas. Namanya Sungai Kaliasin yang saat ini alirannya sudah tidak ada,” jelasnya.

Kini Kedungdoro tak hanya menjadi kawasan pemukiman yang padat, namun juga kawasan niaga yang ramai. (mus/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#kedungdoro #riwayat #PURNAWAN BASUNDORO