SURABAYA - Bangunannya terlihat memiliki pilar besar di bagian depan. Tembok bangunan tampak sudah kusam. Bahkan, beberapa bagian sudah mengelupas. Bangunan tua di Jalan Rawali Nomor 47 ini dahulu merupakan barak militer Belanda.
Barak militer ini dibangun sekitar tahun 1808. Tepatnya pada masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels.
Pada bagian depan terdapat pintu besar yang menandakan bangunan era kolonial. Gedung utama bangunan terdapat ruang petak kamar yang dahulu digunakan tempat pasukan militer.
"Iya bangunan itu dahulu barak militer Belanda, dibangun pada masa Daendels. Karena Daendels ingin membuat Surabaya sebagai kota pertahanan," ujar Pemerhati Sejarah Surabaya Kuncarsono Prasetyo.
Pada bangunan bekas barak militer itu, kini ditempati keluarga cacat Veteran. Namun, tidak banyak. Menurut Kuncarsono, selain terdapat bangunan ruang utama barak, di belakang juga ada bunker.
"Yang menempati sekarang nggak banyak. Karena beberapa pindah ke perumahan Veteran di Pakal," sebutnya.
Sementara salah satu penghuni bangunan, Nugroho menyatakan, pada era perang mempertahankan kemerdekaan gedung ditempati prajurit dan tentara sebagai pertahanan.
"Yang tinggal di sini tinggal lima sampai enam KK. Yang samping ini juga dibuat kantor Korps Cacat Veteran Surabaya dan Jawa Timur," terangnya. (rus/nur)
Editor : Jay Wijayanto