Heineken's Nederlands Indische Bierbrouwerij Maatschappij (HNIBM) selama berproduksi menghasilkan bir yang berkualitas di zamannya. Ada tiga produk yang dihasilkan yakni Java Bier, Java Donker, hingga Java Bockn.
Rahmat Sudrajat-Wartawan Radar Surabaya
Kandungan alkohol bir yang dibuat ketika itu sebanyak 7,9 persen. HNIBM memanfaatkan bahan dasar gandum yang diimpor dari Belanda.
"Bahan yang digunakan gandum yang dibuat didatangkan dari Belanda dan Jerman untuk membuat Java Bier," kata pengamat sejarah, Ikhsan Rosyid kepada Radar Surabaya.
Cara pembuatan Java Bier tidak diseduh dengan cara klasik, namun cara atau metode pembuatan bir ini khusus untuk daerah tropis yang tidak memerlukan waktu yang lama dalam menyimpan.
"Birnya memungkinkan pematangan berlangsung dalam kondisi khusus sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama," ujarnya.
Bir tersebut dibuat dengan cita rasa yang disesuaikan dengan lidah pribumi, dengan bahan dasar rempah-rempah seperti jahe, sereh, cengkeh, kayu secang, lada, kayu manis, gula dan sebagainya.
"Java Bier yang paling terkenal ketika itu. Perusahaan itu menjual dengan sangat murah 30 CT per 1/2 FL," terangnya.
Bir ini sangat digemari bukan saja oleh bangsa Eropa di Hindia Belanda, tetapi juga oleh kalangan elit pribumi sebagai simbol status dan pergaulan kalangan atas.
Di kalangan elit pribumi Jawa minuman itu banyak dikonsumsi secara tampilan dengan cita rasa dan kandungan minuman yang berbeda. (bersambung/nur)
Editor : Jay Wijayanto