Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pabrik Bir Pertama di Surabaya (33) : Masif Gencarkan Promosi Bir Hingga Monopoli Produk Lokal

Rahmat Sudrajat • Senin, 23 Oktober 2023 | 22:53 WIB
REBUT HATI KONSUMEN: Surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad terbitan 12 Januari 1932 yang memuat tentang promosi pabrik bir di Surabaya. (ISTIMEWA)
REBUT HATI KONSUMEN: Surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad terbitan 12 Januari 1932 yang memuat tentang promosi pabrik bir di Surabaya. (ISTIMEWA)

Heineken's Nederlands Indische Bierbrouwerij Maatschappij (HNIBM) yang merupakan perusahaan bir di Jalan Ratna Ngagel, Surabaya terus mengalami perkembangan dalam produksinya.

Rahmat Sudrajat-Wartawan Radar Surabaya

Promosi tentang bir buatan HNIBM itu terus digencarkan agar merebut hati konsumen. Salah satunya dengan membuat media promosi di surat kabar ketika itu.

Menurut pengamat sejarah, Ikhsan Rosyid, media promosi paling efektif ketika itu adalah media cetak atau surat kabar.

Bahkan HNIBM juga mempromosikan bir di buku-buku perusahaan seperti di halaman dalam, terutama saat ada buku-buku peringatan perusahaan yang baru di-launching.

"Ya ketika itu perusahaan itu mencantumkan produk birnya di koran, buku-buku peringatan perusahaan, majalah, hingga laporan-laporan perusahaan yang ke semuanya ada di Hindia Belanda," kata Ikhsan kepada Radar Surabaya .

Bentuk promosi bir juga diletakkan di address book yang ada daftar alamat perusahaan sehingga produksi terus mengalami perkembangan karena banyak orang mengetahui bir buatan HNIBM.

"Bahkan sebelum Heineken membeli saham juga perusahan bir yang pertama dulu juga polanya sama. Tapi lebih masif saat HNIBM (Heineken, Red) mengakuisisi saham dari pemilik perusahaan sebelumnya," ujarnya.

Di setiap promosinya perusahaan itu mencantumkan harga produksi bir agar menarik perhatian konsumen untuk membeli.

Ikhsan melihat perkembangan pabrik bir saat dipegang HNIBM menjadi berkembang tidak hanya dari sisi promosi yang massif, namun HNIBM memonopoli produk bir lokal.

"Setelah Heineken mengalihkan pabriknya ke Surabaya sebagai pusat pabrik bir perkembangan semakin pesat, selain karena promosi yang masif juga menjadi monopoli produk bir lokal Hindia Belanda melalui merek Java Bir," pungkasnya. (bersambung/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#produk lokal #Heineken Nederlands Indische Bierbrouwerij Maatschappij #Heineken #monopoli #pabrik bir pertama di surabaya