Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Fase Akhir Pertempuran Surabaya 1945 dengan Merobohkan Jembatan Sepanjang

Rahmat Sudrajat • Senin, 16 Oktober 2023 | 21:19 WIB
DAHSYAT: Pasukan Sekutu yang membawa bendera Inggris berusaha mengejar para pejuang. (ANNISA AZAHRA/RADAR SURABAYA)
DAHSYAT: Pasukan Sekutu yang membawa bendera Inggris berusaha mengejar para pejuang. (ANNISA AZAHRA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Selepas pertempuran 10 November 1945 yang menggegerkan dunia, situasi Surabaya dan sekitarnya terus memanas.

Hingga akhirnya terjadi pertempuran di pinggiran Kota Pahlawan. Itulah yang disajikan dalam teatrikal Pertempuran Jembatan Sepanjang 1945 di Tugu Pahlawan, Minggu (15/10) pagi.

Teatrikal itu menggambarkan para pejuang saat terdesak dengan situasi tersebut. Mereka akhirnya inisiatif untuk merobohkan Jembatan Wonokromo dan Jembatan Sepanjang untuk memutus pergerakan sekutu ke selatan mengejar para pejuang yang ditarik mundur.

Pada fase akhir pertempuran itu, TKR Teknik Gajah Mada yang dipimpin oleh Mayor Hasanuddin Sidiq yang merupakan guru teknik di sekolah kejuruan (SMKN 2 Surabaya) memerintahkan para muridnya dan beberapa guru untuk terlibat perang.

Mayor Hasanuddin Sidiq mempunyai inisiatif untuk merobohkan Jembatan Sepanjang, Sidoarjo, agar sekutu tidak bisa melintas. Namun nahas, Mayor Hasanuddin Sidiq malah tewas karena bom besar 50 kilogram yang ia pasang di bawah Jembatan Sepanjang itu melukainya hingga membuat ajalnya tiba.

PENEMBAK JITU: Pejuang Indonesia membidik sasaran saat aksi teatrikal di Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (15/10). (ANNISA AZAHRA/RADAR SURABAYA)
PENEMBAK JITU: Pejuang Indonesia membidik sasaran saat aksi teatrikal di Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (15/10). (ANNISA AZAHRA/RADAR SURABAYA)

Namun demikian, aksi memutus Jembatan Sepanjang itu telah berhasil memukul mundur pasukan Inggris hingga kembali ke Surabaya. Ketika itu, Mochammad Seruji dari Jember juga menurunkan batalionnya untuk melawan Inggris.

Cerita itu digambarkan dengan sempurna dalam teatrikal Pertempuran Jembatan Sepanjang 1945 di Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (15/10) pagi. Drama kolosal itu memancing emosi penonton yang menyaksikan pertempuran fase akhir yang dibawakan oleh komunitas Surabaya Combine Reenactor (SRC) itu.

Narator teatrikal Pertempuran Jembatan Sepanjang 1945, Achmad Zaki Yamani, berharap masyarakat bisa mengetahui sejarah perlawanan para pejuang saat perang besar 10 Nopember 1945.

Sebab, pertempuran di Surabaya sejatinya ada dua fase. Fase pertama adalah pada 28 Oktober sampai 30 Oktober 1945 dan fase kedua pada 10 November sampai 1 Desember 1945.

SEMANGAT 45: Para pejuang berusaha mempertahankan kemerdekaan RI meski berbekal senjata seadanya. (ANNISA AZAHRA/RADAR SURABAYA)
SEMANGAT 45: Para pejuang berusaha mempertahankan kemerdekaan RI meski berbekal senjata seadanya. (ANNISA AZAHRA/RADAR SURABAYA)

"Pertempuran di Jembatan Sepanjang tahun 1945 ini merupakan fase kedua. Jadi, harapannya agar generasi muda tahu fase-fase pertempuran di Surabaya yang menjalar sampai ke perbatasan," kata Zaki.

Ia juga berharap nama Jembatan Sepanjang, Taman, Sidoarjo, diganti dengan nama Hasanuddin Sidiq yang menjadi inisiator perobohan jembatan tersebut untuk menghalau pergerakan tentara Inggris.

"Kami sudah diskusikan agar jembatan yang ada di Sepanjang itu diberikan nama Hasanuddin Sidiq," terangnya.

Teatrikal itu juga berkolaborasi dengan komunitas pemerhati sejarah Begandring Soerabaia, Bangiler Reenactor, Modjokerto Reenactor dan FKS. (rmt/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#hari pahlawan #Perang 10 Nopember #jembatan sepanjang #pertempuran surabaya