SURABAYA - Kawasan kampung Banyuurip, Sawahan, Surabaya sudah ada sejak era kerajaan. Kawasan Banyuurip dahulu merupakan kawasan pedesaan tepi pantai yang memiliki tanah kontur berbukit.
Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, dalam peta sketsa yang dirancang oleh G.H Von Faber, Banyu Urip atau Sumber Urip sudah ada sejak era klasik pra kolonial.
"Kontur tanahnya memang berbukit, dan toponimi wilayah pegunungan juga masih ada hingga kini di kawasan sekitar Banyu Urip seperti nama kampung Kupang Gunung, Girilaya, dan Simogunung," jelasnya.
Dia menambahkan, dahulu di Banyuurip tepatnya Jalan Banyuurip Kidul Gang V dan VI terdapat punden. Punden berwujud telaga atau kedung dan sebuah pohon tua.
"Namun kini kedung tersebut sudah tiada, masuk dalam kawasan masjid Al Amien, kedung ini sekarang jadi sumur. Sedangkan pohon tua tadi juga sudah tiada, letaknya ada di halaman Puskesmas Banyu Urip, yang kini disebut punden gempol," bebernya.
Kawasan Banyuurip sendiri, kini sudah menjadi kawasan permukiman padat penduduk. Di sekitar lokasi memang tanahnya berkontur sedikit berbukit. Hal itu bisa dijumpai saat melintas di kawasan Jalan Banyuurip Kidul VI. (rus/nur)
Editor : Jay Wijayanto