SURABAYA - Banyak hal unik yang bisa ditemui di Surabaya, salah satunya yakni makam di antara pemukiman warga. Kondisi ini bisa dilihat di kawasan Peneleh.
Dimana di teras, dapur, ruang tamu hingga halaman rumah warga terdapat makam-makam kuno. Peneleh sendiri merupakan salah satu kampung Lawas di Surabaya.
Inisitor Perkumpulan Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo mengatakan, makam di antara pemukiman warga di Peneleh terdapat hampir di semua gang.
Kalau dulu untuk pemakam ada di pekarangan atau di halaman rumah untuk warga-warga di situ.
Dulu para jenazah dimakamkan di halaman rumah, akan tetapi dengan semakin padatnya penduduknya di kampung tersebut, banyak warga membangun rumah di antara makam-makan itu.
"Nah sehingga untuk nama makam biasanya langsung dinamakan oleh warga karena tidak tahu itu makamnya siapa," kata jurnalis ini.
Menurut Kuncarsono, kalau dilihat dari peta lama, untuk kampung Peneleh itu sudah ada sejak tahun 1600. Jadi orang yang meninggal di tahun tersebut tidak tahu namanya.
"Karena merupakan makam kuno dan menghargai leluhur, warga yang membangun rumah di sana merawat dan membiarkan makan tidak dibongkar. Jadi tetap utuh berupa makam dengan nisannya," ucap Kuncarsono.
Sementara itu, pemilik rumah di Pandean Gang 3, Dwi Sapti Yulaifa mengatakan, makam di rumahnya diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.
Karena menurut orang tuanya dulu sudah ada di rumah ini sampai sekarang masih tetap dirawat dan dijaga.
"Jadi kalau orang tua saya masih hidup sekitar 100 tahun lebih. Berarti makam ini sudah ada sejak 300 atau 200 tahun yang lalu," kata Yuli, sapaannya. (jar/nur)
Editor : Jay Wijayanto