Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini Asal Usul Ngagel, Kampung Tua di Timur Sungai Kuno Kalimas

Fajar Yuliyanto • Kamis, 28 September 2023 | 23:32 WIB
Kampung Ngagel di kawasan Wonokromo Surabaya sudah ada sejak zaman kuno yang terletak di sisi timur Kalimas.(ISTIMEWA/FACEBOOK)
Kampung Ngagel di kawasan Wonokromo Surabaya sudah ada sejak zaman kuno yang terletak di sisi timur Kalimas.(ISTIMEWA/FACEBOOK)

SURABAYA - Ngagel merupakan kawasan atau kampung kuno yang terletak di Selatan Surabaya. Kawasan ini berada tepat di sisi timur sungai Kalimas, sebuah sungai kuno yang membelah kota Surabaya. Ngagel sendiri telah tercantum pada peta era kolonial tahun 1860-an.

Pegiat Sejarah Surabaya, Nur Setiawan mengatakan, Ngagel berasal dari kata "agal" yang merupakan bahasa Kawi, sebuah istilah kuno dari era klasik.

Ngagel atau agal memiliki makna yaitu tali kasar yang terbuat dari pohon. Tali ini bisa dimaknai sebagai tali tambang yang biasa dipergunakan untuk mengikat perahu, kapal, hewan ternak dan sejenisnya.

Pada awal abad 20 di sisi barat Ngagel (berdampingan dengan Kalimas) didirikan pabrik oleh pemerintah kolonial, dan menjadikan wilayah ini sebagai kawasan industri untuk menunjang perkembangan ekonomi.

"Dahulu di daerah Ngagel berdiri berbagai macam pabrik, mulai pabrik baja hingga pabrik bir ada di kawasan ini," kata Wawan, sapaan akrabnya.

Tak banyak jejak masa lampau di kawasan ini selain pabrik dan bangunan era kolonial. "Terdapat pula pusara Buyut Kupang di kawasan Ngagel, sosok ini diduga sesepuh yang babad alas kampung Ngagel di masa silam," terangnya.

Sementara itu, Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika menjelaskan, di Ngagel dulunya ada perkebunan tebu dan pabrik.

Nah, kawasan Ngagel menjadi kawasan industri, karena kawasan industri di Kalimas dekat pelabuhan sudah terlalu penuh dan dekat perkampungan.

Kemudian untuk pemilik tanahnya yaitu Tjoa Tjwan Khing dan tanahnya dibeli oleh pemerintah.

Lalu pemerintah menjual kembali dalam bentuk berpetak-petak untuk keperluan industri ke pihak swasta. "Sedangkan pabriknya yaitu ada pabrik kaca, pabrik bir dan sekarang jadi AJBS," pungkasnya. (jar/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#kampung tua #wonokromo #Ngagel Surabaya #kalimas