SURABAYA - Trasnportasi dokar salah satu transportasi tradisional yang pernah ada di Surabaya. Pada awal tahun 1900-an transportasi tradisional yang ditarik dengan kuda ini menjadi transportasi pendukung atau penunjang yang sering dijumpai di depan stasiun kereta api maupun kantor pos.
Pegiat Sejarah Kereta Api Navy Pattiruhu menyatakan, transportasi dokar atau delman dahulu sebagai alat transportasi pendukung. Sebab tidak semua daerah di Surabaya dilintasi trem.
"Trem dulu ngga setiap saat ada seperti dokar yang siap sedia di depan stasiun," ungkapnya, kepada Radar Surabaya.
Navy menambahkan, transportasi dokar dahulu semua orang bisa memakai atau menggunakan jasa. Asalkan mampu membayar. "Untuk umum juga, semua boleh naik, yang penting mampu bayar," terangnya.
Ia melanjutkan, untuk kusir delman atau dokar biasanya adalah dari kalangan pribumi. Baik suku Jawa mapun Madura.
"Dulu (kusir) tidak bisa bahasa Belanda. Kalau nawarin jasa dokar memakai bahasa Melayu pasar," ucapnya. (rus/nur)
Editor : Jay Wijayanto