Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Laskar Hizbullah, Pasukan Pemuda Muslim yang Angkat Senjata di Perang 10 November

M. Mahrus • Selasa, 19 September 2023 | 20:51 WIB
PERTAHANKAN TANAH AIR: Para pemuda yang tergabung dalam Laskar Hizbullah. (ISTIMEWA)
PERTAHANKAN TANAH AIR: Para pemuda yang tergabung dalam Laskar Hizbullah. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Laskar Hizbullah Surabaya merupakan salah satu pasukan yang turut serta perang besar 10 November 1945 mempertahankan kemerdekaan di Surabaya.

Pegiat Sejarah Surabaya Achmad Zaki Yamani mengatakan, Laskar Hizbullah adalah pasukan pemuda Islam yang berusia muda antara 16 hingga 25 tahun.

Markas tertinggi Hizbullah ada di Jakarta dengan ketua Zainul Arifin Pohan.

Pada 28 Februari 1945, laskar Hizbullah mengadakan pendidikan dan pelatihan pertama selama tiga bulan di Babakan Cisarua, Bekasi, Jawa Barat. Pembukaan pelatihan tersebut dihadiri Gunseikan.

Para Hizbullah yang dilatih menggunakan seragam biru-biru berpeci hitam dengan lambang bulan sabit bintang. Saat pelatihan ada 500 personel Hizbullah yang dilatih dari seluruh Jawa.

"Dari Karesidenan Surabaya yang dilatih ada 10 orang dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik dan Jombang, masing masing 2 personel. Dari Surabaya diwakili oleh Mustaqim Zain dan Moch Muhajir," sebutnya.

Usai pendidikan selesai, mereka masing-masing kembali ke daerahnya untuk mengadakan latihan dan membentuk laskar Hizbullah. Di Surabaya latihan dilakukan di Kawatan dan Kemayoran.

Hizbullah Surabaya terbagi menjadi empat sektor. Yakni sektor utara dipimpin KH Abdannafik dan Akhyar dengan markas di Kelurahan Nyamplungan.

Sektor tengah dipimpin Khusaini Tiway dan Muhajir dengan markas di Kawatan. Sektor barat dipimpin Damiri Ikhsan dan Hamid Haz markasnya di Kembang Kuning. Sektor timur dipimpin Abdul Manan dan Achijat markasnya ada di Sidotopo.

"Hizbullah Surabaya turut bertempur dalam semua lini pada pertempuran Surabaya selama 21 hari (10 November-1 Desember 1945), banyak anggota Hizbullah yang gugur dalam pertempuran tersebut, tidak hanya pemuda para kiai juga turut peperangan itu," jelasnya.

Namun, lanjut Zaki, pada Desember 1945, Hizbullah kemudian dipecah menjadi dua, yaitu para pemuda Laskar Hizbullah dan para kiai sepuh di Barisan Sabilillah. (rus/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#Laskar Hizbullah #pahlawan kemerdekaan indonesia #Pegiat Sejarah Surabaya #sejarah Surabaya #sejarah kemerdekaan indonesia