Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Barber Shop Shin Hua Tertua di Surabaya, Pelanggannya Eropa, Tionghoa, Arab hingga Ningrat Pribumi

Hildan Sepka • Kamis, 14 September 2023 | 19:25 WIB
EKSIS: Salon rambut dan kecantiakan mulai ada di Surabaya sejak 1911 dan berkembang hingga kini. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
EKSIS: Salon rambut dan kecantiakan mulai ada di Surabaya sejak 1911 dan berkembang hingga kini. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Eksistensi salon rambut tercatat di Surabaya sejak era kolonial. Kisahnya bermula dari sebuah barber shop di Jalan Kembang Jepun No. 58. Namanya adalah Barber Shop Shin Hua.

Pengamat Sejarah Kota Nur Setiawan menjelaskan, jasa pelayanan perawatan rambut itu ada sejak abad ke-20. Tepatnya berdiri pada 1911 silam. "Pengusaha Tionghoa yang memprakarsai itu namanya Tan Shin Tjo," ujarnya.

Barber shop ini melayani beragam jasa. Tak hanya pangkas rambut, tapi perawatan rambut, hingga cukur jenggot. Uniknya saat itu ada layanan membersihkan telinga. "Pelanggannya juga beragam," ucapnya.

Wawan sapaannya mengatakan, pelanggan barber shop pertama itu warga Eropa, Tionghoa, Arab, dan ningrat bumiputra. Layanan itu terbatas, karena perawatan rambut cukup mewah dan mahal saat itu. "Catatan sejarah soal ini jarang. Ada catatan pada era 1950-an," tuturnya.

Era iru terdapat kapsalon. Kemunculannya tercatat melalui buku panduan telepon, alamat, dan iklan. Tempat itu juga melayani perawatan rambut. "Untuk pria, wanita, bahkan anak-anak," kata Wawan.

Terdapat beberapa nama kapsalon. Antaranya, Maison Aror Jalan Kaliasin 19, Maison Gan Jalan Diponegoro 130, dan Maison Lien Jalan Embong Trengguli 4. Katanya, kehadirannya sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. "Sudah tidak ada bekasnya," ungkapnya.

Kedua industri itu berkembang saat itu. Karena beriringan dengan industri fesyen di Hindia Belanda. Orang Eropa yang membawa tren itu.

"Penampilan seseorang tak hanya dinilai dari busana yg mewah dan elegan. Tapi juga dari gaya rambut yang sedang tren kala itu, bahkan sebelum menghadiri pesta, orang Eropa menyempatkan ke barber shop atau kapsalon untuk menjaga performanya," imbuh Wawan.

Kini, salon dan barber shop menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern yang keberadaannya kian berkembang dan menyebar luas. Salon menjadi bisnis yang menjanjikan seiring terus berkembangnya gaya hidup yang mulai memperhatikan kecantikan dan gaya rambut. (hil/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#salon kecantikan #pegiat sejarah #barber shop #salon rambut #Pegiat Sejarah Surabaya #salon