Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Letnan Moh. Achijat, Arek Simokerto Pemimpin Pasukan Alap-Alap yang Lucuti Jepang di Insiden Blauran

M. Mahrus • Selasa, 12 September 2023 | 23:04 WIB
Letnan Mohammad Achijat. (ISTIMEWA)
Letnan Mohammad Achijat. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Letnan Mohammad Achijat merupakan salah satu tokoh pejuang yang lahir di Simokerto. Sosok Letnan Achijat turut berjasa besar dalam perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya di Surabaya.

Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, Letnan Achijat adalah putra keenam pasangan Joyo Rais dan Muninten. Sejak kecil Letnan Achijat dikenal anak yang mandiri, ulet dan pemberani sebagaimana sifat khas yang dimiliki arek-arek Suroboyo.

Pada saat insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato (Hotel Majapahit) pada 19 September 1945, Letnan Achijat juga turut serta bersama kawan-kawannya. Bahkan, Achijat sempat naik ke kisi-kisi atap hotel. Namun, dia terjatuh.

Dalam insiden tersebut, pejuang arek-arek Suroboyo berhasil merobek warna biru pada bendera Belanda menjadi warna merah dan putih.

"Pada 25 September 1945 di usianya yang masih 17 tahun, Letnan Achijat bergabung dengan Laskar Hizbullah," ungkapnya.

Karena dinilai cakap dan memiliki jiwa kepemimpinan, maka Letnan Achijat ditunjuk sebagai kepala seksi IV membawahi Surabaya Timur dan berkedudukan di Sidotopo dan sekitarnya.

Pada akhir September 1945, lanjut Setiawan, markas tentara Jepang di Surabaya diserbu arek-arek Suroboyo dan pejuang. Oleh Polisi Istimewa pimpinan Inspektur satu M Jasin, tentara Jepang yang kalah perang diwajibkan menyerahkan senjatanya.

Di Blauran, kala itu terjadi insiden mobil yang dikendarai tentara Jepang dirampas arek-arek Suroboyo.

Dalam kejadian tersebut, jatuh korban dari pihak Jepang dan beberapa ditawan hidup-hidup. Usut punya usut, otak dan pemimpin pada saat insiden Blauran yang heroik itu ternyata Letnan Achijat.

"Karena aksi nekat, cepat dan terperinci pasukan yang dipimpin Letnan Achijat saat insiden Blauran, orang-orang akhirnya menjuluki kelompok Achijat dengan sebutan Pasukan Alap-alap," bebernya.

Penggagas Komunitas Surabaya Historical ini menyatakan, pada awal Oktober 1945, Letnan Achijat sempat masuk BKR Kota. Namun, tak lama dia keluar. Letnan Achijat lantas lebih memilih membesarkan Pasukan Alap-alap yang kemudian menjadi bagian dari Laskar Hizbullah milik kaum nahdliyin. (rus/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#tokoh pejuang #Pegiat Sejarah Surabaya #tokoh pahlawan pertempuran surabaya #pejuang kemerdekaan indonesia