SURABAYA - Keberadaan pasar sapi di Surabaya sudah ada sejak 1830 atau sekitar abad 19. Ada dua lokasi pasar sapi di Surabaya yang terkenal ketika itu, yakni di kawasan Pasar Turi dan Wonokromo.
Keberadaan pasar sapi dulu yang diletakkan di Pasar Turi dan Wonokromo dengan alasan tidak jauh dari stasiun kereta api (KA). Karena sapi-sapi tersebut didatangkan dari luar Surabaya menggunakan kereta api.
Pegiat sejarah Nur Setiawan mengatakan, di Surabaya dulu ada dua pasar sapi yang tidak hanya menjual sapi, namun juga kambing. Berdirinya pasar sapi juga bersamaan yang diatur sendiri oleh orang bumiputera. Untuk memenuhi kebutuhan daging dan sapi perah, juga diternak kembali.
"Dulu ada di kawasan Gundih, Margorukun, dekat stasiun Pasar Turi. Di tempat itu dulu ada gang yang dinamai gang kandang sapi. Selain itu ada juga di Wonokromo, lokasinya berdekatan dengan Stasiun Wonokromo," kata Nur.
Namun pasca kemerdekaan keberadaan pasar sapi pun mulai berangsur tergusur oleh bangunan padat penduduk ketika itu. Mereka yang berjualan sapi mulai berpindah di luar kota Surabaya, seperti Krian dan sekitarnya.
"Lambat laun pasar sapi sudah tergusur oleh bangunan. Tepatnya di tahun 1960, bangunan penduduk mulai menjamur di Surabaya. Warga memilih profesi lainnya. Dan sebagian pedagang sapi berpindah ke daerah luar Surabaya," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Jay Wijayanto