Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Flyover Mayangkara Pernah Jadi Jalan Tol Berbayar Pertama di Tengah Kota Surabaya

Jay Wijayanto • Selasa, 5 September 2023 | 21:31 WIB
ALTERNATIF: Flyover Mayangkara dibangun sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di persimpangan kerta api sebidang di Jalan Raya Wonokromo. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
ALTERNATIF: Flyover Mayangkara dibangun sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di persimpangan kerta api sebidang di Jalan Raya Wonokromo. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Jalan tol merupakan salah satu infrastruktur pendukung kemajuan ekonomi di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Diketahui, Surabaya memiliki tiga ruas jalan tol. Yang pertama adalah Tol Surabaya-Gresik, kemudian Tol Surabaya-Gempol, dan terakhir Tol Surabaya-Mojokerto.

Di Jawa Timur, jalan tol pertama yang dibangun yaitu Tol Surabaya-Gempol. Tol ini beroperasi pada 1986. Jalan tol ini dibuat sepanjang 43 kilometer dan resmi digunakan pada 1986. Tol Porong-Gempol terus tersambung ke Gempol-Pandaan-Malang dan Gempol-Pasuruan-Probolinggo

Sementara itu flyover atau jembatan layang Mayangkara sempat dijadikan jalan tol di tengah kota Surabaya. Flyover ini merupakan jalan alternatif bagi warga Surabaya untuk menghindari kemacetan akibat perlintasan kereta api sebidang di Jalan Wonokromo-A. Yani. Pada jam-jam tertentu, pengendara motor boleh melintasi flyover ini.

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, penamaan flyover Mayangkara karena di sampingnya terdapat Monumen Mayangkara untuk mengenang perjuangan Batalyon Mayangkara 503 pimpinan Letkol Djarot Soebiantoro saat melawan pendudukan Belanda.

Flyover Mayangkara merupakan jembatan layang pertama yang dibangun di Surabaya. "Flyover ini dibangun tahun 1981, dengan lebar 24 meter dan panjang 240 meter. Selain itu flyover ini berada di rel kereta api Wonokromo-Krian," ujarnya.

Diungkapkannya, pembangunan flyover ini menelan biaya Rp 2,25 miliar. Namun untuk mengurangi beban APBN, maka selesai pembangunan lantas dijadikan jalan tol.

"Kendaraan yang lewat ditarik biaya. Pada bulan Juli 1985, proyek tol Surabaya-Malang highway resmi berfungsi, maka flyover Mayangkara dibebaskan dari pungutan biaya. Pengelolaannya diserahkan kepada Pemkot Surabaya. Tapi waktu itu, biaya pembangunan flyover tersebut sudah dapat ditutup melalui tarikan tol," terangnya. (mus/opi)

Editor : Jay Wijayanto
#Flyover Mayangkara