Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pabrik Bir Pertama di Surabaya (11) Dimanfaatkan Beberapa Perusahaan, Kini Jadi Pusat Bisnis

Rahmat Sudrajat • Senin, 4 September 2023 | 22:07 WIB
TETAP HIDUP: Meskipun tak lagi menjadi pabrik bir, kini seluruh bangunan dimanfaatkan untuk tempat usaha yang berbeda-beda, tak ada yang kosong. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
TETAP HIDUP: Meskipun tak lagi menjadi pabrik bir, kini seluruh bangunan dimanfaatkan untuk tempat usaha yang berbeda-beda, tak ada yang kosong. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pabrik bir di Jalan Ratna 14, Ngangel berada pada lokasi yang strategis. Banyak kegiatan usaha yang kepincut untuk menggunakan bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya di tahun 2009 oleh Pemkot Surabaya.

Sekitar tahun 2021 pabrik bir ditempati oleh beberapa pedagang atau pengusaha dan dibeli oleh AJBS yang kemudian digunakan sebagai tempat atau kompleks bisnis.

Pustakawan sejarah, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, gedung induk di sisi barat dipakai sebagai swalayan AJBS yang sampai saat ini masih beroperasional. Di dalamnya berdiri swalayan atau store hardware, kemudian AJBS convetion, serta beberapa tenant lain yang dipergunakan sebagai kantor atau kegiatan usaha lainnya.

"Secara keseluruhan mengalami renovasi kerena peruntukannya bukan lagi sebagai pabrik bir," kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya.

Di sekitar bangunan juga berdiri beberapa bangunan baru yang dulunya merupakan bangunan pabrik atau tempat industri setelah dipindahkan ke kawasan Rungkut atau di kawasan pinggiran Kota Surabaya seperti Driyorejo, Gresik, hingga Mojokerto.

Keberadaan lokasi eks pabrik bir dulu hingga saat ini juga tidak hanya karena dekat dengan sungai Jagir dan jalur kereta api yang menghubungkan stasiun Wonokromo dengan stasiun Gubeng.

"Di sekitar kawasan industri Ngangel juga sudah mengalami perkembangan yang pesat, sering Ngangel ditetapkan sebagai kawasan tengah kota bukan lagi pinggiran," tuturnya.

Lebih lanjut pustakawan Universitas Ciputra itu menjelaskan, di dalam bangunan pabrik bir juga terdapat garasi yang digunakan untuk usaha lainnya. "Dan gedung sebelah timur yang sejajar dengan gedung utama sebelah barat juga dimanfaatkan sehingga tidak ada yang kosong bangunan saat ini," pungkasnya. (bersambung/rmt/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#pabrik bir tertua di dunia #pabrik bir tertua #cagar budaya surabaya #Pegiat Sejarah Surabaya #sejarah Surabaya