SURABAYA - Surabaya memiliki julukan Kota Pahlawan tentunya bukan tanpa sebab. Hal ini karena aksi heroik arek-arek Suroboyo yang tanpa takut berjuang mempertahankan kemerdekaan. Tentunya banyak sekali pahlawan lokal Surabaya, baik dari kalangan tokoh, militer/polisi hingga warga biasa.
Salah satunya yakni tokoh pahlawan yang dimakamkan di Makam Pahlawan Medokan Ayu ini. Dia adalah KH Asmadi. Asmadi seorang yang berjuang melawan penjajah Belanda dan setelah wafat dimakamkan di Medokan Ayu.
Salah satu warga, Bang Toyib menjelaskan, KH Asmadi berjuang untuk mempertahankan Republik Indonesia. Asmadi berasal dari kawasan Ampel dan sengaja ke Tambak Oso untuk melawan penjajah Belanda saat itu. Asmadi lari ke Medokan Kampung dan ditembak oleh tentara Belanda dengan menggunakan peluru emas dan meninggal di sini.
"Iya dulu beliau berjuang melawan penjajah Belanda di Tambak Oso dan meninggal di sini. Beliau dimakamkan sama muridnya yaitu KH Arjo dan KH Kunawi," kata pria 67 tahun tersebut.
Menurut Toyib, pihaknya tidak tahu betul mengenai tahun meninggalnya KH Asmadi. Karena saat itu masih kecil. "Saya waktu kecil dan masih merangkak sudah ada makam beliaunya di sini," tambah Toyib.
Toyib melanjutkan ceritanya, bahwa KH Asmadi hanya menggunakan senjata ketapel, pecut (cambuk) dan handuk. Kala itu, tentara Belanda hendak menyerang dengan keadaan masih jauh tapi sudah bergeletakan di jalan. Karena KH Asmadi sudah menggunakan pecutnya ke jalan atau tanah saat itu.
"Saat pecutnya itu digunakan meskipun tentara Belanda masih jauh tetap saja bergeletakan di jalan," jelasnya. Dikatakannya, dulu di Medokan Ayu masih rawa-rawa dan ada 11 rumah saja. (jar/nur)
Editor : Jay Wijayanto