SURABAYA - Pasar Pegirian merupakan pasar lama yang saat ini masih eksis keberadaannya. Bahkan adanya pasar tersebut hampir bersamaan dengan Pasar Pabean yang lokasinya juga berada di kawasan Surabaya Utara.
Menurut pegiat sejarah, Nur Setiawan, keberadaan Pasar Pegirian sudah ada sejak 1920. Pada awal ada pedagang di Pasar Pegirian dikuasai oleh pribumi, yakni Surabaya dan Madura. "Tahun 1920 sudah ada, jualannya ya campur-campur," kata Nur.
Lebih lanjut ia menjelaskan, barang dagangan yang dijual berbagai macam seperti hasil laut, hasil pertanian hingga sapi.
Keberadaan pasar tradisional ini juga tidak lepas dari adanya sungai. Pasar Pegirian berhadapan dengan sungai Pegirian dimana dulu merupakan lalu lintas perdagangan.
"Karena menjadi jalur perdagangan di sungai tersebut, membuat orang-orang pribumi juga mendirikan pasar untuk dibeli warga sekitar," ujarnya.
Warga sekitar Pasar Pegirian merupakan warga Arab yang memiliki kasta nomor dua bersama dengan warga Tionghoa. Sedangkan di atasnya ada warga Eropa.
Sehingga mereka juga memanfaatkan untuk membeli barang kebutuhan pokok dari pedagang di Pasar Pegirian. "Kalau belanja warga Arab ya di Pegirian (pasar)," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Jay Wijayanto