SURABAYA - Awalnya pusat pemerintahan Surabaya berada di kawasan utara dekat Kalimas. Setelah Kota Praja Surabaya berdiri pada 1 April 1906, dan pemerintah mendirikan gedung Balai Kota pada tahun 1923 sebagai pusat administrasi kepemerintahannya.
Secara bersamaan dibangun pula pemukiman-pemukiman Eropa di kawasan selatan yang terletak di Darmo Boulevard dan Reineirsz Boulevard. Pegiat Sejarah Surabaya, Nur Setiawan mengatakan, rumah-rumah orang Eropa ini bercorak eropa dengan gaya indische empire, art deco dan lain sebagainya.
Coen Boulevard atau sekarang Jalan Dr Soetomo dahulu masuk kawasan Darmo Boulevard dihuni oleh orang-orang Eropa yang merupakan pegawai pemerintahan, pengusaha hingga staf ahli. Nah rumah-rumah tersebut memiliki jendela dan pintu yang besar, serta atap tinggi untuk menyesuaikan iklim tropis. "Jadi seandainya musim kemarau tiba, rumah-rumah orang Eropa ini terasa sejuk," kata Wawan, sapaan akrabnya.
Wawan menjelaskan, sama halnya seperti zaman sekarang, struktur sebuah kota juga harus memiliki elemen yang mempunyai tugas untuk menata pembangunan atau perumahan. Penataan pemukiman tersebut juga terkait keamanan atau permasalahan hukum.
“Pemerintah Surabaya di masa lampau pun menata kota ini dengan begitu cermat agar tercipta kondusivitas di wilayahnya, termasuk di Jalan Dr Soetomo tempo dulu," tambahnya.
Sebagian bangunan lawas bekas rumah tinggal orang Eropa di kawasan Coen Boulevard tersebut masih kokoh berdiri hingga sekarang dan masih dimanfaatkan. (bersambung/nur)
Editor : Jay Wijayanto