SURABAYA - Pada era kolonial, Surabaya memiliki stasiun trem dan depo lokomotif pertama yang disebut Stasiun dan Depo Groedo. Lokasinya persis berada di dekat minimarket Jalan Dinoyo atau seberang barat kantor Pajak Pratama Dinoyo. Stasiun trem uap Groedo dan depo lokomotif ini di bawah perusahaan Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS).
Pegiat Sejarah Kereta Api, Navy Pattiruhu mengungkapkan, stasiun Groedo dibuka pertama pada 15 April 1890. Pembukaan stasiun tersebut bersamaan diresmikannya jalur trem Bibis ke Groedo.
"Stasiun Groedo itu adalah stasiun sentral atau utama yang dilengkapi depo lokomotif, bangunan perbengkelan dan rumah dinas tentunya," katanya kepada Radar Surabaya.
Dia menambahkan, jalur Groedo itu dahulu yang ke arah utara sampai ke Ujung. Sedangkan ke arah selatan kemudian belok ke barat tembus sampai Stasiun Karangpilang hingga Krian. "Saat itu jalur (trem uap) yang lewat Jalan Diponegoro belum dibangun," sebutnya.
Lebih lanjut Navy menyatakan, Stasiun Groedo ditutup pada tahun 1923. Yakni bersamaan dengan dibukanya jalur trem listrik yang melewati tengah kota Surabaya.
Namun peran fungsi stasiun saja dan depo lokomotif yang dimatikan dan digeser ke area Stasiun Wonokromo Kota di Joyoboyo. "Aktivitas perbengkelan tetap dilakukan sampai tahun 1939 di Groedo dan menyusul dialihkan ke area Stasiun Wonokromo Kota," bebernya.
Untuk bangunan perbengkelan yang tetap jalan sampai tahun 1939. Kemudian pada tahun 1939 bersama bangunan lainnya dirobohkan sendiri oleh OJS selaku perusahaan operator trem Surabaya saat itu.
"Jadi jejaknya atau bekasnya sudah banyak yang hilang, tertinggal rumah dinas saja. Yang menghuni sampai sekarang pun keturunan kedua dan ketiga dari orang tuanya yang pensiunan PJKA," tandasnya. (rus/nur) Editor : Administrator