Dulu bangunan berarsitektur Belanda tersebut digunakan sebagai tempat berkumpulnya orang Yahudi yang ada sejak tahun 1940-an. Sinagoge ini sebagai tempat ibadah sekaligus wadah berkomunikasi masyarakat Yahudi kala itu.
Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan menceritakan, bangunan Sinagoge ini dulunya dibeli oleh salah satu warga Yahudi dan digunakan untuk perkumpulan mereka. Ini terjadi pada 1940-an, dalam rumah tersebut juga digunakan untuk beribadah, bahkan beberapa Rabbi juga dipilih di sana untuk memimpin ibadah. "Tidak hanya ibadah, namun juga untuk mengajarkan budaya baik itu bahasa maupun aksara Ibrani," katanya.
Sinagoge ini akhirnya berfungsi sebagai tempat ibadah kaum Yahudi kala itu. Sebelum ada tempat ini, diduga para kaum Yahudi ini beribadah di tempat masing-masing secara bergiliran. Hingga ada bangunan ini dan dimanfaatkan mereka.
Kegiatan ini diduga berlangsung hingga 2012 silam. Diduga terjadi konflik internal yang membuat mereka bubar dan bangunan tersebut dijual ke developer.
Sebelum rumah tersebut menjadi bangunan cagar budaya, pihak developer sudah meratakan bangunan tersebut dan membangun sebuah hotel. "Tanah berdirinya bangunan ini sudah menjadi hotel sekarang ini," tuturnya. (gun/nur) Editor : Administrator