Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lokomotif D 301 80 Peninggalan Era DKA Kini Jadi Monumen di Stasiun Gubeng

Administrator • Selasa, 18 April 2023 | 20:39 WIB
MONUMEN: Lokomotif D 301 80 yang telah dipasang di pedastal Stasiun Surabaya Gubeng. (Istimewa/Agung Widyanjaya)
MONUMEN: Lokomotif D 301 80 yang telah dipasang di pedastal Stasiun Surabaya Gubeng. (Istimewa/Agung Widyanjaya)
SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daops 8 mendatangkan lokomotif bertenaga diesel hidraulik dengan nomor seri D301 80. Lokomotif ini didatangkan dari Tegal, Jawa Tengah, Minggu malam (16/4) dan kemudian dipajang di pedastal halaman depan Kantor PT KAI Daops 8 di Stasiun Gubeng Surabaya.

Lokomotif yang dalam masa kedinasannya khusus melayani langsiran ini dibuat oleh perusahaan KRUPP AG yang didirikan Alfred Krupp Gustav dari Jerman pada 1962 dan mulai beroperasi pada tahun itu juga. Kala itu, lokomotif D301 ini didatangkan oleh DKA (Djawatan Kereta Api) Indonesia sebanyak 80 unit pada tahun 1962.

Saat itu, DKA RI mendatangkan 80 unit lokomotif yang salah satunya dipasang sebagai monumen di Stasiun Surabaya Gubeng. Adapun nomor seri D301 80 berarti bahwa lokomotif ini bergandar D yang memiliki empat gandar penggerak yang saling terhubung dalam satu bogie.

Seperti dikutip dari Begandring.com, 301 adalah penanda jenis lokomotif diesel hidraulik. Dan dua digit di belakang, 80, adalah urutan produksi. Jadi, loko D301 80 adakah urutan produksi paling ragil yang dipesan DKA.

Kedatangannya di Indonesia, loko D301 ini digunakan untuk melayani langsiran seperti halnya Lokomotif generasi sebelumnya D300. Sejak awal dinasnya, lokomotif ini memang diutamakan untuk dinas langsiran kereta api. Loko loko ini umumnya bertugas dalam kurun waktu tahun 1960 hingga 1970an. Dari 80 unit loko seri D301 ini disebar di stasiun stasiun di Jawa oleh DKA pada tahun 1962.

Dikutip dari heritage.kai.id, kini beberapa unit lokomotif D301 sudah ada yang dipreservasi. Yaitu, D 301 24 sebagai penarik kereta wisata di Museum Kereta Api Ambarawa. Begitu juga dengan lokomotif D 301 28 yang menjadi sarana latih di Sekolah Tinggi Transportasi Darat, Bekasi.

Dari 80 unit kini tersisa 24 unit lokomotif D301 yang masih bisa dioperasi. Yaitu D301 06 (Cilacap), D301 13 (Cilacap), D301 17 (Semarang Poncol), D301 19 (Sidotopo), D301 21 (Manggarai), D301 22 (Solo), D30124 (Tegal), D301 25 (Sidotopo), D301 27 (Cepu), D301 28 (Cirebon), D30129 (Tegal), D301 33 (Sidotopo), D301 36 (Cirebon), D301 44 (Yogyakarta), D301 48 (Cilacap), D301 49 (Cilacap), D301 50 (Madiun), D301 55 (Solo), D301 58 (Manggarai), D301 59 (Semarang Poncol), D301 61 (Sidotopo), D301 62 (Sidotopo), D301 64 (Sidotopo), D301 72 (Cilacap), D301 76 (Yogyakarta), dan D301 80 (Tegal).

Lokomotif D301 80 inilah yang pada akhirnya hijrah ke Surabaya Gubeng, bukan untuk melayani jasa langsiran, tetapi digunakan sebagai memorabilia. Lokomotif jenis ini menjadi artefak memorabilia di berbagai stasiun kereta api seperti lokomotif D 301 22 di Stasiun Tugu Yogyakarta dan D 301 59 di Stasiun Semarang Tawang. Selanjutnya D 301 80 menjadi aksesoris monumen di lingkungan Kantor PT KAI Daops 8 Surabaya Gubeng.

Lokomotif yang akan difungsikan sebagai pajangan di depan kantor PT KAI Daops 8 itu tiba di Surabaya dari tempat asalnya Stasiun Tegal. Kedatangannya diangkut dengan trailer. Persis pk 23.00, Minggu malam 16 April 2023, loko diesel hidraulik buatan Jerman tahun 1962 itu masuk halaman kantor Daops 8.

Selanjutnya trailer pengangkut loko itu merapat di tepi pedastal yang menjadi tempat dimana loko diesel itu akan dipajang. Menurut petugas jasa angkut bahwa loko bisa terpasang di pedastal pada kisaran waktu subuh, Senin dini hari (17 April 2023). Kedatangan loko dari Tegal ini mendapat perhatian pemerhati kereta api serta pegiat sejarah dari Perkumpulan Begandring Soerabaia.

Agung Widyanjaya, pemerhati kereta api, yang awalnya mendapat informasi tentang kedatangan loko seri D301 80 itu dari Kepala Humas PT KAI Daops 8 Luqman Arif. “Ini kabar dari Pak Luqman bahwa loko datang pukul 22.00,” jelas Agung sambil menunjukkan pesan WA yang dikirim Luqman kepadanya.

Karena sifatnya pesan pribadi sehingga yang mengetahui kedatangan loko sifatnya terbatas. Selain Agung dan Nevy Pattiruhu dan pegiat sejarah Begandring Soerabaia, tampak menunggu kedatangan loko adalah petugas pemasangan loko dan pegawai Kereta Api.

Kedatangan loko dengan angkutan trailer ini sempat menjadi perhatian warga sekitar di jalan Gubeng Masjid. Sampai pukul 00.15 dini hari loko masih didongkrak untuk dipindahkan dari atas trailer ke pedastal. Menurut petugas bahwa loko bisa di atas pedastal sekitar jam jam subuh. Loko ini menjadi monumen di Stasiun Surabaya Gubeng. (bgc/ngp/jay) Editor : Administrator
#Djawatan Kereta Api #DKA #kai daop 8 surabaya #stasiun gubeng #monumen #Lokomotif D 301 80