Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, tempat pangkas rambut yang membuka lapak di bawah pohon rindang dahulu menjadi tempat pangkas rambut jujukan kalangan warga pribumi. "Tempat pangkas rambut (seperti) itu sudah ada sejak abad 19," ungkapnya kepada Radar Surabaya.
Penggagas Komunitas Surabaya Historical ini melanjutkan, dahulu tempat pangkas rambut seperti itu selain dijumpai membuka lapak di bawah pohon, juga dijumpai di pinggir jalan, dan pasar tradisional. "Memang ditekuni orang-orang Madura," jelasnya.
Pria yang akrab disapa Wawan ini menyatakan, untuk tempat pangkas rambut sejenis barber shop atau membuka stan khusus dahulu ditekuni orang-orang Tionghoa. "Stan khusus ditekuni orang Tionghoa untuk kalangan eksklusif," terangnya.
Kendati demikian, keberadaan para tukang pangkas rambut tradisional itu dahulu memiliki kesamaan, yakni mengandalkan ketrampilan memangkas rambut, kursi lipat, gunting, dan pisau cukur.
Masyarakat Kota Surabaya mengenal tukang pangkas rambut jenis ini dengan sebutan Pitingan di era 1980-1990 an. Kini keberadaan tempat pangkas rambut sudah berubah mengikuti perkembangan zaman. Ada yang berbentuk stan dan barber shop. (rus/jay) Editor : Administrator