Nama pendiri bus adalah H.M Sidik yang dahulu merupakan buruh di bengkel mobil milik Belanda. Arek asli Blauran Kidul itu ternyata sudah belasan tahun berkecimpung di dunia otomotif ketika zaman Belanda.
Pegiat sejarah, Nur Setiawan mengatakan, H.M Sidik merupakan pendiri dari PO Sidik & Sons. Yang akhirnya berganti nama menjadi bus HAZ yang saat ini masih beroperasi. Berbekal pengalaman memegang bengkel Bouwman milik orang Eropa, Sidik membuka bengkel bernama Fa. Sidik & Sons di tahun 1950.
Tak hanya itu, berdagang onderdil juga dilakoni di kawasan Embong Malang. "Ketekunannya membawa hasil. Keluarga Sidik pun mengembangkan sayapnya dengan mendirikan PO (perusahaan otobus, Red) yang diberi nama Sidik & Sons," kata Nur.
Tak hanya itu, Sidik juga menjadi perintis organisasi pengusaha angkutan darat (Organda) yang terbentuk tahun 1962 di Selecta, Malang.
Nur menjelaskan, dalam surat keputusan Menteri Perhubungan Darat Pos Telekomunikasi dan Pariwisata per 17 Juni 1963 telah mengukuhkan Organda sebagai organisasi tunggal dalam bidang angkutan bermotor di jalan raya.
"Termasuk saat Presiden Soekarno mewacanakan untuk menghentikan trem listrik. Kemudian angkutan darat dikuasai oleh bus dan angkot," tuturnya.
Sepeninggal H.M Sidik, PO tersebut mengalami pasang surut. Sampai akhirnya anak ketiga Sidik, Hazam Sidik mewarisi dan meneruskan bakat ayahanda dengan mendirikan PO Haz yang sampai saat ini masih beroperasi dengan melayani rute yang sama Surabaya-Malang PP.
"Anak bungsu pak Sidik, Amrullah Sidik juga mendirikan PO juga yang diberi nama PO Handayani," pungkasnya. (rmt/nur) Editor : Administrator