Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur, kota Surabaya sejak dulu dikenal memiliki jalan yang sangat baik. Usut punya usut, ternyata perbaikan dan pengaspalan jalan di Surabaya sudah dimulai sejak era Hindia-Belanda.
Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan menyatakan, perbaikan jalan di Surabaya dilakukan oleh pemerintah Hindia-Belanda melalui Burgerlijke van Openbare Werken (BOW) sekitar tahun 1910. "Perbaikan dan pengaspalan jalan di Surabaya sudah dilakukan mulai tahun 1910," ujarnya kepada Radar Surabaya.
Penggagas komunitas Surabaya Historical ini melanjutkan, perbaikan jalan dan pengaspalan jalan dilakukan karena beban atau lalu lintas kendaraan yang terus bertambah di Surabaya. Sehingga membebani jalan dan mempercepat kerusakan.
Menurut Nur, beberapa jalan yang diperbaiki dan diaspal di antaranya Jalan Pasar Besar, Embong Ploso, Embong Gayam, Peneleh dan lain-lainnya.
"Berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 29 tanggal 15 Nopember 1910 disetujui anggaran penerimaan dan pengeluaran dari wilayah Surabaya untuk tahun 1911 berjumlah 72.048 gulden yang dikeluarkan untuk pemeliharaan jalan. Jumlah anggaran tersebut kemudian ditambah 4.316 gulden sehingga jumlahnya menjadi 76.364 gulden," bebernya.
Sementara itu, Inisiator Komunitas Begandring Soerabaia Kuncarsono Prasetyo mengungkapkan terkait penggunaan aspal untuk pembangunan jalan di Surabaya diduga sudah mulai sekitar tahun 1899.
"Saya belum menemukan data pertama aspal digunakan. Namun jika kilang minyak Wononokromo 1899 sudah menghasilkan aspal diduga periode itu aspal mulai dipakai," tandasnya. (rus/nur)
Editor : Administrator