Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pengaspalan Jalan di Surabaya Sudah Dilakukan Pemerintah Kolonial Sejak 1910

Administrator • Rabu, 28 Desember 2022 | 16:59 WIB
Aspal mulus di Jalan Rajawali (d/h. Heerenstraat) depan gedung Internatio sekitar awal tahun 1900-an. Saat itu trem masih melewati jalan Surabaya sebelum kemudian dihapus total pada tahun 1970-an. (KITLV)
Aspal mulus di Jalan Rajawali (d/h. Heerenstraat) depan gedung Internatio sekitar awal tahun 1900-an. Saat itu trem masih melewati jalan Surabaya sebelum kemudian dihapus total pada tahun 1970-an. (KITLV)
TERNYATA pengaspalan jalan di Surabaya agar jalanan lebih bagus dan mulus tidak dilakukan saat zaman modern saja, melainkan sejak zaman dahulu, pengaspalan jalan juga sudah dilakukan oleh pemerintah kolonial.

Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur, kota Surabaya sejak dulu dikenal memiliki jalan yang sangat baik. Usut punya usut, ternyata perbaikan dan pengaspalan jalan di Surabaya sudah dimulai sejak era Hindia-Belanda.

Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan menyatakan, perbaikan jalan di Surabaya dilakukan oleh pemerintah Hindia-Belanda melalui Burgerlijke van Openbare Werken (BOW) sekitar tahun 1910. "Perbaikan dan pengaspalan jalan di Surabaya sudah dilakukan mulai tahun 1910," ujarnya kepada Radar Surabaya.

Penggagas komunitas Surabaya Historical ini melanjutkan, perbaikan jalan dan pengaspalan jalan dilakukan karena beban atau lalu lintas kendaraan yang terus bertambah di Surabaya. Sehingga membebani jalan dan mempercepat kerusakan.

Menurut Nur, beberapa jalan yang diperbaiki dan diaspal di antaranya Jalan Pasar Besar, Embong Ploso, Embong Gayam, Peneleh dan lain-lainnya.

"Berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 29 tanggal 15 Nopember 1910 disetujui anggaran penerimaan dan pengeluaran dari wilayah Surabaya untuk tahun 1911 berjumlah 72.048 gulden yang dikeluarkan untuk pemeliharaan jalan. Jumlah anggaran tersebut kemudian ditambah 4.316 gulden sehingga jumlahnya menjadi 76.364 gulden," bebernya.

Photo
Photo
PERMULUS JALAN: Pekerja melakukan pengaspalan di Jalan Ambengan Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Sementara itu, Inisiator Komunitas Begandring Soerabaia Kuncarsono Prasetyo mengungkapkan terkait penggunaan aspal untuk pembangunan jalan di Surabaya diduga sudah mulai sekitar tahun 1899.

"Saya belum menemukan data pertama aspal digunakan. Namun jika kilang minyak Wononokromo 1899 sudah menghasilkan aspal diduga periode itu aspal mulai dipakai," tandasnya. (rus/nur)

  Editor : Administrator
#Pemerintah Kolonial #Aspal jalan di Surabaya #pengaspalan jalan