Pemerhati Sejarah Nur Setiawan mengatakan, Pasar Turi atau Warung Turi berada di sisi Barat Keraton Surabaya dan sebagai tempat masyarakat keraton berbelanja kebutuhan sehari-hari.
"Memang awalnya Pasar Turi bersifat perdagangan yang menjual segala produk agraria dari dalam dan luar Surabaya. Kemudian menjual barang-barang industrial dan mungkin dikarenakan penyesuaian zaman," kata Nur Setiawan.
Menurut Nur Setiawan, di era kolonial letak Pasar Turi semakin strategis, karena letaknya tidak jauh dari stasiun kereta api dan memudahkan jalur distribusi maupun pengadaan barang dari luar Surabaya atau sebaliknya. Selain itu, memasuki abad 20 Pasar Turi mulai berkembang dan berbagai produk mulai dijual disana.
"Karena tempatnya strategis, sehingga para pedagang Surabaya dan luar Surabaya banyak yang masuk ke Pasar Turi. Mereka sudah mulai menjual berbagai produk," imbuhnya.
Dengan keberadaan Pasar Turi tak lepas dari sejarah panjang perdagangan Surabaya sejak era kerajaan hingga kini, seyogyanya pemerintah bersama stakeholder bisa memikirkan keberadaan Pasar Turi yang semakin hari tergeser oleh perdagangan online.
“Sebab banyak sektor yang tumbuh dari Pasar Turi, tak hanya dari Surabaya saja tetapi juga hingga Indonesia Timur," harapannya. (jar/nur) Editor : Administrator