Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gedung Jawa Pos di Kembang Jepun Dulu De Uniebank Voor Nedherland En Koloniel

Lambertus Hurek • Rabu, 27 Juli 2022 | 14:41 WIB
CAGAR BUDAYA: Gedung Jawa Pos yang sekarang ditempati Radar Surabaya di Jalan Kembang Jepun 167-169 merupakan bangunan cagar budaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
CAGAR BUDAYA: Gedung Jawa Pos yang sekarang ditempati Radar Surabaya di Jalan Kembang Jepun 167-169 merupakan bangunan cagar budaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Menelusuri Kota Lama, banyak sekali peninggalan masa lampau yang masih dapat dinikmati hingga saat ini. Salah satu yakni sebuah bangunan megah berlantai dua di Jalan Kembang Jepun atau dulu dikenal dengan Handelstraat.

Gedung bekas kantor Jawa Pos ini menjadi salah satu warisan masa lampau yang masih bisa dinikmati. Surat kabar Jawa Pos pertama kali diterbitkan pada 1 Juli 1949 oleh PT Java Post Concern Ltd. Perusahaan ini didirikan pengusaha keturunan Tionghoa kelahiran Bangka bernama The Cung Sen alias Soeseno Tedjo pada 1 Juli 1949.

Ketua Surabaya Heritage Society Freddy H Istanto mengatakan, pada era kolonial bangunan tersebut dimanfaatkan sebagai kantor sebuah bank. "Iya, bangunan yang diperkirakan dibangun tahun 1800-an itu dulunya adalah kantor Uniebank," ujarnya.

Sebuah foto koleksi Tropenmuseum dengan judul Drukte in de Handelstraat in Soerabaja Oost-Java (Keramaian Handelstraat di Soerabaja Jawa Timur) memperlihatkan bangunan berlantai dua tersebut dan terdapat tulisan 'UNIEBANK' pada dinding samping bangunan. Gedung yang kini menjadi kantor harian Radar Surabaya tersebut kemungkinan besar merupakan kantor De Uniebank Voor Nedherland En Koloniel.

"Karena pada saat itu Kembang Jepun atau Handelstraat merupakan kawasan perdagangan, jadi sangat memungkinkan sebuah kantor bank berdiri di sini," imbuhnya.

Tidak ada yang tahu pasti sejarah dan tahun berapa bangunan cagar budaya tersebut dibangun. Namun, keberadaan beberapa brankas di dalam bangunan menjadi bukti kuat bahwa De Unie Bank memang pernah berkantor di sana.

De Unie Bank voor Nederland en Kolonien sendiri didirikan pada 18 April 1914 berkantor pusat di Amsterdam. De Unie Bank pada awalnya mengalami perkembangan bisnis yang sangat pesat dengan membuka berbagai kantor cabang di Rotterdam, Den Haag, Tilburg, Leeuwarden, Oosterwijk, dan Lochem Borcul serta cabang-cabang luar negeri di Batavia (Stadhuisplien), Surabaya, Medan, Semarang, Bandung dan Weltevreden (Batavia).

Arsitektur bangunan ini memiliki gaya modern yang berkembang saat itu. Bagian dalam gedung didesain sangat cantik, antara lantai satu dan dua dihubungkan dengan sebuah tangga yang artistik.

Beberapa bagian plafon terbuat dari kaca patri yang menambah kesan mewah gedung ini. (mus/nur) Editor : Lambertus Hurek
#cagar budaya di kembang jepun #jawa pos lama kembang jepun #The Chung Sen Jawa Pos #sejarah Jawa Pos #Uniebank Kembang Jepun #gedung Radar Surabaya