Dr Tjio Hock Tong, pemerhati masalah Tionghoa, menjelaskan Khay Ming School merupakan sekolahan Tionghoa yang didirikan oleh marga Go (Wu) asal Quanzhou (Cuanciu) Hokkian. Marga Go merupakan salah satu marga besar di dalam masyarakat Kota Cuanciu, Tiongkok.
Menurut Tjio, pada tahun 1953 sebanyak 462 anggota Perkumpulan Yanling mendirikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Khay Ming di Surabaya. Namun, usianya hanya 13 tahun karena ditutup oleh pemerintah Orde Baru di tahun 1966. "Gara-gara Gestok," kata Tjio, dokter kelahiran Surabaya yang kini berdomisili di Amerika Serikat.
Tjio masih ingat letak Sekolah Khay Ming di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Surabaya. Bangunannya sudah dibongkar dan dijadikan sebuah kantor. Juga di Kalianyar Wetan 18-20 Surabaya.
"Qi Meng School (启蒙学校), bisa diterjemahkan namanya menjadi Sekolah Pencerahan. Keluarga saya setelah kembali di Surabaya dari Lawang dalam pengungsian tahun 1947, saya disekolahkan di Qi Meng di Gembong Sawah, Kapasan," kata Tjio.
"Dari rumah kami di Jalan Gembong Sawah 3, harus jalan kaki memakai sepatu kain menelusuri sawah sawah pulang pergi setiap harinya. Begitulah akibatnya, Qi Meng yang memberi pencerahan dini bagi saya itu ditutup pada tahun 1948," tulis Tjio.
Gedung bekas Sekolah Qi Meng itu sekarang menjadi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Kapasan. "Alumni Khay Ming School masih aktif berkumpul mengadakan paduan suara di Jalan Jaksa Agung Suprapto," tutur Tjio. (rek) Editor : Lambertus Hurek