Pegiat Sejarah Nur Setiawan mengatakan, pohon Nyamplung atau nama latin Colophyllum Inophylum konon dahulu banyak tumbuh di Nyamplungan. "Sehingga dengan keberadaan pohon Nyamplung menjadi sebuah label atau identitas jalan Nyamplungan," katanya.
Ia juga menjelaskan, pohon tersebut dahulu digunakan menjadi energi alternatif minyak tanah atau biofeul yang dimanfaatkan masyarakat zaman dahulu. "Kemungkinan besar dengan keberadaan banyak tumbuhnya pohon dulu masyarakat memanfaatkannya untuk minyak tanah," terangnya.
Nyamplungan dengan sederet identitas lawas zaman dahulu menjadi akses utama penunjang jalan. Sebab kawasan tersebut persis di sisi barat Jalan Sidodadi, sebelah selatan Jalan Sidorame serta berada di sayap timur jalan yang menghubungkan Jalan KH Mas Mansyur.
Selain sebagai akses jalan besar, Nyamplungan mempunyai gang yang tepat berada di sisi timur Masjid Sunan Ampel.
"Di dalam gang banyak dijumpai berbagai aktivitas masyarakat sebagai penopang kawasan Nyamplungan, ada yang berdagang ada percetakan dan berbagai aktivitas masyarakatnya, karena kawasan tersebut sangat heterogen," pungkasnya. (rmt/nur) Editor : Lambertus Hurek