Willemsplein menggunakan nama pangeran Belanda saat itu Willem. Diduga pembangunan taman tersebut dilakukan oleh pemerintah saat itu untuk masyarakat melepas penat. Kawasan Heerenstraat (sekarang Jalan Rajawali) dan sekitarnya ini merupakan daerah perkantoran.
Banyak pekerja yang berada di sana, baik itu bangsa Eropa maupun pekerja dari masyarakat Indonesia. "Pekerja yang sudah penat dengan rutinitas bisa bersantai di taman tersebut," kata Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan.
Lokasi Willemsplein sangat strategis karena berada di pusat pemerintahan, perdagangan, pemukiman bangsa Eropa, dan pelabuhan. Sehingga kala itu taman ini jadi jujukan masyarakat untuk sekadar melepas penat dan bersantai. Saat ini, Taman Sejarah tetap jadi jujukan masyarakat. Apalagi Pemkot Surabaya membuat taman ini semakin cantik dengan beberapa spot yang instagramable dan fasilitas lainnya.
Ia mengungkapkan, taman tersebut merupakan lokasi bersejarah. Di lokasi ini, diduga Jenderal AWS Mallaby meninggal saat peristiwa 10 November. Nama taman ini berubah tiga kali, hingga sekarang berganti menjadi Taman Sejarah.
"Taman ini sangat bersejarah bagi Surabaya. Lokasinya juga sama dengan awal dibangun," tuturnya. (gun/nur) Editor : Lambertus Hurek