Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sepeda Tempo Dulu Jadi Barang Mewah di Surabaya

Lambertus Hurek • Sabtu, 18 Juni 2022 | 02:34 WIB
SEHAT DAN RAMAH LINGKUNGAN: Seorang pesepeda melintas di salah satu kawasan di kota Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SEHAT DAN RAMAH LINGKUNGAN: Seorang pesepeda melintas di salah satu kawasan di kota Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Sepeda angin atau pancal sekarang semakin banyak diminati masyarakat. Baik untuk sekadar berolahraga, namun ada pula yang menggunakan sepeda angin di hari-hari tertentu untuk berangkat kerja.

Sekarang ini sepeda angin memang bukan transportasi utama, masyarakat lebih banyak menggunakan sepeda motor bahkan mobil untuk berkegiatan. Namun banyak yang menjadikan sepeda angin sebagai gaya hidup atau lifestyle.

Jangan salah, sepeda angin pernah menjadi primadona, ini terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Bahkan sepeda angin yang kebanyakan diimpor dari Eropa ini termasuk barang mewah. Bahkan, pemilik dikenakan pajak kala itu.

"Sepeda angin menjadi alat transportasi populer dan termasuk barang mewah, walaupun kelasnya di bawah sepeda motor, pemilik sepeda motor juga masih sedikit," kata Pegiat Sejarah Surabaya Nur Satriawan.

Sepeda pancal menjadi alat transportasi utama masyarakat, baik untuk kerja maupun bepergian. Bahkan polisi menggunakan sepeda pancal untuk patroli, begitu juga tukang pos dan pekerjaan lainnya saat itu.

"Dulu sepeda angin ini hanya dimiliki kalangan ningrat dan bangsa Eropa yang ada di Surabaya," jelasnya.

Tak banyak toko sepeda di Surabaya, kala itu ada toko sepeda di Jalan Tunjungan dan di Pasar Turi. "Toko ada di daerah tersebut, yang dijual dari Eropa. Namun ada juga yang buatan Jepang atau India," tuturnya. (gun/nur) Editor : Lambertus Hurek
#sepeda zaman belanda surabaya #sepeda tua surabaya #pusat sepeda hindia belanda #sepeda gaya hidup