Sekarang ini sepeda angin memang bukan transportasi utama, masyarakat lebih banyak menggunakan sepeda motor bahkan mobil untuk berkegiatan. Namun banyak yang menjadikan sepeda angin sebagai gaya hidup atau lifestyle.
Jangan salah, sepeda angin pernah menjadi primadona, ini terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Bahkan sepeda angin yang kebanyakan diimpor dari Eropa ini termasuk barang mewah. Bahkan, pemilik dikenakan pajak kala itu.
"Sepeda angin menjadi alat transportasi populer dan termasuk barang mewah, walaupun kelasnya di bawah sepeda motor, pemilik sepeda motor juga masih sedikit," kata Pegiat Sejarah Surabaya Nur Satriawan.
Sepeda pancal menjadi alat transportasi utama masyarakat, baik untuk kerja maupun bepergian. Bahkan polisi menggunakan sepeda pancal untuk patroli, begitu juga tukang pos dan pekerjaan lainnya saat itu.
"Dulu sepeda angin ini hanya dimiliki kalangan ningrat dan bangsa Eropa yang ada di Surabaya," jelasnya.
Tak banyak toko sepeda di Surabaya, kala itu ada toko sepeda di Jalan Tunjungan dan di Pasar Turi. "Toko ada di daerah tersebut, yang dijual dari Eropa. Namun ada juga yang buatan Jepang atau India," tuturnya. (gun/nur) Editor : Lambertus Hurek