Siapa suka boleh ikut.
Bawa gitar keroncong piul.
Jangan lupa bawa anggur.
Tanjung perak.. tepi laut.
Bagi masyarakat Surabaya, lirik tersebut sangat dikenal. Penggalan tersebut adalah lirik lagu Tanjung Perak Tepi Laut yang sempat terkenal pada 1990-an dan kembali terkenal setelah almarhum Didi Kempot membawakan lagu tersebut.
Lagu yang menceritakan tentang Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini dulunya sering dinyanyikan dalam pertunjukan ludruk atau Srimulat. Lagu ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama ke Tanjung Perak untuk melihat lautan luas.
"Lagu ini kemungkinan dibuat untuk mengenang Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pelabuhan terbesar di Jawa Timur," kata Pegiat Sejarah Surabaya Nur Satriawan.
Meskipun lagu ini banyak dinyanyikan, namun tidak ada yang mengetahui pasti siapa penciptanya. Lirik lagu yang jenaka dan enak didengar ini tidak ada yang tahu asal muasalnya. "Belum ada literatur pasti mengenai siapa penciptanya," katanya.
Dari beberapa informasi yang didapat, lagu ini konon disadur, baik irama maupun liriknya dari lagu Belanda. Ada beberapa lirik yang diubah. Konon lagi ini dari judulnya We Gaan Naar Zandvoort Aan De Zee. (gun/nur) Editor : Lambertus Hurek