Pustakawan Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, Jembatan Merah dibangun pada abad 18. "Jembatan merah kayu dibangun sekitar pertengahan tahun 1700 atau perkiraan abad 18," ujarnya..
Pada awal berdiri dahulu Jembatan Merah terbuat dari kayu. Kemudian diperbaharui menjadi besi dan kayu akhir abad 19. Pada saat jembatan besi dan kayu, secara rinci besi berada pada tiang penyangga dan pagar jembatan. Sementara kayu terletak pada trotoar.
"Jembatan beton besi sekitar abad 20. Beton pada penyangga, besi (cat warna merah) pada pagar dan jalan sudah beraspal," sambungnya.
Menurut Chrisyandi, pembangunan Jembatan Merah dahulu untuk menyambungkan wilayah Eropa dan kawasan pecinan, Arab dan Melayu serta penduduk lokal. "Pembangunan jembatan salah satu faktornya adalah untuk mendukung aktivitas ekonomi," paparnya.
Pada masa perang mempertahankan kemerdekaan, kawasan sekitar Jembatan Merah juga menjadi lokasi perang antara Arek-arek Suroboyo dengan tentara sekutu. Bahkan, Brigadir Jenderal Mallaby tewas di sekitar Jembatan Merah atau sekitar Gedung Internatio pada 30 Oktober 1945.
"Ketika pertempuran tiga hari di bulan Oktober 1945 di sekitar gedung Internatio, Jembatan Merah menjadi jembatan terpenting untuk menggerakkan massa menuju salah satu titik pertempuran dahsyat itu," terangnya. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek