Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Monumen Bahari di Taman Mayangkara Dibangun Tahun 1968

Lambertus Hurek • Sabtu, 7 Mei 2022 | 20:35 WIB
GAGAH: Monumen Bahari jadi tetenger di Taman Mayangkara Surabaya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
GAGAH: Monumen Bahari jadi tetenger di Taman Mayangkara Surabaya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Monumen Bahari yang terletak di depan Perpustakaan Bank Indonesia atau lebih tepatnya di Jalan Taman Mayangkara ternyata menyimpan sejarah dan filosofi.

Meski bisa dikatakan banyak orang tak mengetahui lokasi monumen tersebut, karena lokasi monumen berhadapan dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Sehingga orang banyak melihat monumen Suro dan Boyo, yang mudah dilihat dibanding Monumen Bahari.

Menurut pustakawan sejarah Chrisyandi Tri Kartika, Monumen Bahari dibangun tahun 1968. Monumen itu masih ada kaitannya dengan sejarah Angkatan Laut (AL) di Surabaya. Sehingga keberadaan monumen itu sarat melambangkan kekuatan AL sebagai penjaga teritorial kelautan Indonesia maupun Surabaya.

Surabaya yang terkenal mempunyai pangkalan AL terbesar di Indonesia, yang terletak di Ujung, Surabaya Utara.
"Jadi monumen itu untuk memperlihatkan kekuatan tentara AL kita yang memang tangguh dan sarat sejarah," katanya.

Chrisyandi menjelaskan, pembuat monumen itu adalah seniman pahat keluarga arca Yogyakarta. Patung tersebut memperlihatkan seorang pelaut yang perkasa dengan badan yang kuat dan mempunyai otot yang menonjol yang mengangkat jangkar dengan gagah.

"Dari situ sudah bisa kita lihat, betapa kuatnya dan jayanya TNI-AL," tuturnya.

Patung tersebut juga ditopang pada kubus yang dilapisi dengan marmer kuning muda berkembang-kembang berwarna coklat muda. Pada bagian depan diletakkan simbol TNI-AL. Sedangkan pada sebelah kanan dipasang relief kapal-kapal yang mempunyai makna atau lambang kekuatan armada.

Sedang pada bagian kiri relief menggambarkan pendaratan di pantai yang menggambarkan kekuatan marinir. "Pesan atau filosofi yang kuat di patung tersebut yang menunjukkan semua kekuatan TNI-AL di Indonesia berada di Surabaya, yakni Lantamal," tegas pustakawan Universitas Ciputra itu.

Terkait dengan letak monumen yang berada tepat di tengah-tengah Jalan Darmo dan Jalan Diponegoro.

Menurut Chrisyandi, karena lokasi tersebut menjadi pintu gerbang masuk ke kota Surabaya. Bahkan dulu pohon di sana, tidak setinggi yang sekarang. (rmt/nur) Editor : Lambertus Hurek
#monumen bahari taman mayangkara #simbol monumen bahari #filosofi taman mayangkara #taman mayangkara BI Surabaya