Masjid berukuran sekitar 120 x 180 meter itu berada di Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya. Pegiat Sejarah Surabaya Nanang Purwono mengatakan, masjid Sunan Ampel sudah berdiri sejak 1421. Namun, saat itu masjid berukuran kecil. "Masjid yang kita lihat sekarang itu hasil renovasi," ujar Nanang, Selasa (5/4).
Ia melanjutkan, masjid Sunan Ampel berada satu kompleks dengan area makam Sunan Ampel. Menurutnya, masjid Sunan Ampel memiliki tiang soko guru 16 tiang dengan ketinggian 17 meter. Seluruh tiangnya terbuat dari kayu jati. "Waktu itu sempat menjadi masjid terbesar di Jawa," paparnya.
Selain digunakan tempat ibadah, masjid Ampel dahulu dipakai pertemuan para wali untuk menyebarkan Islam. Menurut Nanang, saat renovasi pembangunan kembali tahun 1800-an masjid Ampel menjadi lebih besar dilengkapi dengan menara yang menjulang tinggi. Selain itu, lantai juga menggunakan marmer dan atap berarsitektur Hindu-Jawa.
Selain membangun masjid, Sunan Ampel juga membangun pondok pesantren di kawasan tersebut. Menariknya, di sekitar masjid Ampel juga ada bangunan lima gapura yang melambangkan Rukun Islam.
Gapura tersebut di antaranya adalah gapura Paneksen, gapura Mangadep, gapura Poso, gapura Ngamal, dan gapura Munggah. "Setiap gapura memiliki relief masing-masing. Salah satunya berelief cengkeh rempah yang sudah menjadi komoditas saat itu," tegasnya. (rus/nur) Editor : Lambertus Hurek