Pasar yang terletak di kawasan Kecamatan Genteng tersebut memang memiliki keunikan tersendiri dan layak untuk dibahas. Bahkan orang Surabaya sendiri pun belum tentu tahu soal sejarah pasar yang terletak di tengah Kota Pahlawan ini.
Pasar Genteng merupakan salah satu jajaran pasar tertua di Surabaya yang dibangun pada tahun 1910. Berawal dari pasar krempyeng, pasar ini dahulu hanya buka pada pukul 06.00 hingga 09.00 pagi.
Sejarawan Universitas Airlangga (Unair) Andrian Perkasa mengatakan, zaman dahulu pasar tersebut berada di perempatan Jalan Genteng. “Jadi dulu itu bukanya cuma sampi jam 9, setelah itu tutup. Padahal pasar itu juga cukup ramai pada zaman dulu,” katanya.
Andrian menuturkan, Pasar Genteng menjual bahan pokok sehari-hari seperti sayur, beras, jagung, dan rempah-rempah. Kebanayak yang berdagang di pasar tersebut adalah warga kawasan Kecamatan Genteng. Namun lama kelamaan banyak pendatang yang turut menjajakan dagangannya di pasar tersebut.
“Dengan terbentuknya pasar tersebut lama-lama banyak orang dari luar Surabaya, ada orang Madura juga berdagang di sana,” imbuhnya.
Pasar Genteng kini pasar ikonik di tengah Kota Surabaya sudah menjadi sebuah bangunan bertingkat yang megah. Lokasinya yang strategis berada di pusat kota dan mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun umum juga menjadi kelebihan pasar ini.
Kini berbagai komoditi dapat dijumpai di Pasar Genteng, mulai dari sembako, buah dan sayur, daging dan ikan, hingga perlengkapan elektronik.
“Yang cukup terkenal dari ini pasar ini saat ini selain pedagang buah juga perlengkapan elektroniknya yang ada di lantai atas,” pungkasnya. (rus/nur) Editor : Lambertus Hurek