Pemandangan ini hampir setiap hari ada di sana. Dulu Pasar Pabean lebih terkenal dengan perdagangan rempah-rempahnya. Ini terjadi pada masa penjajahan Belanda bahkan pada masa Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).
Pegiat Sejarah Surabaya Nanang Purwono menceritakan, Pasar Pabean dulu terkenal dengan rempah-rempahnya. Belum seperti sekarang yang terkenal dengan pusat penjualan ikan dan sejenisnya. Sekarang masih ada beberapa pedagang yang menjual rempah-rempah lengkap. Namun, tak jarang pula pedagang yang berganti menjual bumbu seperti bawang merah dan bawang putih.
"Dulu rempah-rempah yang banyak dijual, sekarang sama namun lebih ke empon-empon," katanya.
Empon-empon sendiri menjadi rempah-rempah yang sekarang memang banyak dibutuhkan untuk masakan. Namun, ia masih menjumpai beberapa toko yang menjual cengkeh, pala, dan rempah lainnya. Toko ini menyediakan rempah-rempah yang dulunya dijual di pasar tersebut.
"Dulu penjual rempah-rempah tertata rapi di bedak-bedak begitu. Namun, sekarang ganti jual ikan yang banyak ditemui," jelasnya.
Pergeseran komoditi yang dijual di Pasar Pabean memang mengikuti perkembangan zaman dan permintaan masyarakat. Jika dulu rempah-rempah menjadi komoditas unggulan perdagangan, kini ikan dan bumbu-bumbu dapur lainnya yang lebih banyak dicari.
“Dulu obat-obatan pakai rempah-rempah, masak pakai rempah-rempah. Sekarang farmasi sudah berkembang, bumbu-bumbuan pun dijual beragam, banyak yang siap pakai, di toko kelontong dan pasar modern juga sudah banyak ditemui,” tukasnya. (gun/nur) Editor : Lambertus Hurek