Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nanang Purwono mengatakan, lokasi keraton Surabaya berada di sekitar Jalan Pahlawan. Namun, kini keberadaan bangunan keraton sudah tidak ada. Hanya ada beberapa nama jalan, kampung dan kawasan yang menggambarkan bahwa di sekitar alun-alun (kini Tugu Pahlawan) ada bekas kompleks keraton.
"Lokasi pendopo keraton tertandai dengan alun-alun. Sekarang kantor gubernur atau Jalan Pahlawan," ungkap Nanang.
Nanang menjelaskan, lokasi tersebut diyakini sebagai keraton karena berada dekat dengan alun-alun yang merupakan bagian dari segi pemerintahan.
Nanang melanjutkan, sebagai bukti di sekitar Jalan Pahlawan pernah berdiri keraton juga didukung dengan adanya nama-nama kampung yang dahulu menjadi tempat tinggal punggawa keraton. Seperti Kampung Carikan (carik), Tumenggungan (tumenggung), Maspati (patih), Kepatihan (patih), Kampung Praban (prabu), dan kampung Kranggan (ronggo). "Itu semua berada di barat Kalimas," sebutnya.
Sementara bukti lain, kawasan tersebut pernah ada tembok keraton juga adanya nama-nama kampung yang memiliki arti fisik terhadap tembok keraton. Seperti Kampung Bubutan (butotan pintu gerbang) di sebelah barat dan Lawang Seketeng (pintu) di sebelah timur keraton. "Untuk di sebelah timur Kalimas, menggambarkan klaster tempat-tempat para pekerja. Mulai dari Pandean (pandai besi), Plampitan (lampit), dan Jagalan (jagal)," bebernya.
Pakar Sejarah Kota Surabaya Purnawan Basundoro membenarkan di kawasan tersebut masuk dalam kawasan kompleks keraton. "Karena di situ kan nyambung hingga ke Alun-alun Contong, diprediksi bagian dari keraton Surabaya. Persisnya seperti apa saya kurang detail, karena itu kan harus cari dokumennya," terangnya. (rus/nur) Editor : Lambertus Hurek