Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jalan Kayoon, Dulu Taman Kota Kini Jadi Pasar Bunga di Surabaya

Lambertus Hurek • Jumat, 15 Oktober 2021 | 02:57 WIB
Kawasan Jalan Kayoon sejak dulu menjadi pusat perdagangan bunga di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Kawasan Jalan Kayoon sejak dulu menjadi pusat perdagangan bunga di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Kawasan Jalan Kayoon dahulu adalah salah satu kawasan taman yang indah dan tertata rapi berada di tepi Kalimas. Di sekitar lokasi tersebut merupakan perumahan elit pada zaman kolonial Belanda menghadap ke sungai.

Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nanang Purwono mengatakan, Kayoon pada zaman Belanda merupakan kawasan di luar kota atas. "Dahulu zaman kolonial Kayoon kawasan elit. Di pinggir sungai Kalimas atau sepanjang Kayoon itu ada taman kota yang indah," ujar Nanang.

Dia mengatakan, di lokasi tersebut juga diciptakan sarana publik untuk jalan-jalan dan jujugan warga kota untuk bersantai. Seiring berjalannya waktu, Kayoon mulai berubah. Menurut Nanang, pasca kemerdekaan pedagang bunga mulai berjualan di Jalan Kayoon. Kemudian pada sekitar tahun 1980-an Kayun menjadi pasar bunga yang ramai dikunjungi dan menjadi tujuan wisata.

"Pasar bunga menjadi tempat wisata. Tanpa mereka sadari sesungguhnya mereka mewarisi sebuah keindahan taman yang ada di masa kolonial yang memanfaatkan tepian sungai sebagai tempat usaha," jelasnya.

Nanang melanjutkan, bunga-bunga yang dijual di Pasar Kayoon berasal dari Batu, Malang, dan Pasuruan. Hingga kini Pasar Bunga Kayoon menjadi pasar bunga terbesar dan ramai dikunjungi di Kota Pahlawan.

Di sepanjang Jalan Kayoon kini terdapat kios-kios yang menjual bunga potong dan bunga plastik. Selain itu juga terdapat kios yang menawarkan rangkaian bunga menjadi bouquet atau karangan bunga papan ucapan. (rus/nur) Editor : Lambertus Hurek
#jalan kayoon masa kolonial #sejarah jalan kayoon surabaya #jalan kayoon pasar bunga #warisan penjajah di kayoon