Jalan Bibis, yang termasuk dalam wisata Kota Tua Pecinan Surabaya, di tahun 1866 difungsikan sebagai hunian orang pribumi, Tiongkok, dan Belanda. Satu setengah abad berlalu, kini kawasan ini berubah menjadi kawasan bisnis yang sebagian besar bangunannya dijadikan kantor hingga gudang-gudang penyimpanan.
Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya
Jajaran bangunan tua itu, kini tetap difungsikan sebagai kantor. Jika diurutkan dari kiri ke ke kanan, terdapat beberapa bank yang masih berfungsi seperti Bank Metro Express( Kantor Cabang) Kantor PT Semangat Sentosa (3A), PT Inosco Surya Pratama (dealer resmi pelumas Pertamina UPDN V ) yang menempati bangunan nomor 17, juga terdapat Soto House.
Jalan yang persisnya berbatasan dari sisi timur dengan Jalan Slompretan dan dari sisi barat dengan Jalan Karet ini memiliki satu jalur (barat ke timur). Dan selain terdapat bangunan pergudangan di jalan ini juga terdapat usaha jasa ekspedisi, seperti UD Harapan Jaya yang menempati area no 17. Kemudian di area no 19 terdapat NV Agung, serta kantor PT Cempaka Indah Murni (no 14). Di kawasan ini juga ada Kantor PT Pos (Persero) di area no2-27, seta gedung Hok Kian Kong Tik Soe di ujung jalan.
Jalan yang terletak di Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya Utara ini merupakan kawasan rawan kemacetan pada siang hari. Hal ini karena kawasan ini dipenuhi oleh truk-truk pengangkut untuk aktivitas bongkar muat barang. Namun hal ini berbeda 180 derajat saat malam dan akhir pekan. Dimana kawasan ini nampak seperti kota tak berpenghuni yang sepi tanpa hiruk pikuk orang berlalu-lalang.(bersambung/hen)