Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Meski Libur Semester, Guru Tetap Bekerja Mengikuti WFH

Administrator • Selasa, 22 Juni 2021 | 23:38 WIB
Meski Libur Semester, Guru Tetap Bekerja Mengikuti WFH
Meski Libur Semester, Guru Tetap Bekerja Mengikuti WFH

SURABAYA - Libur semester pertama berlangsung pada 21 Juni hingga 22 Juli. Namun, para guru atau tenaga kependidikan tetap bekerja. Itu tertuang dalam surat edaran Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur yang ditandatangani Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Surabaya-Sidoarjo, Lutfi Isa Anshori.


Lutfi membenarkan bahwa pihaknya menerbitkan surat edaran itu sejak 17 Juni lalu. "Artinya, guru dan tenaga kependidikan tetap bekerja. Ini berlaku untuk Surabaya/Sidoarjo jenjang SMA dan SMK sesuai dengan kewenangan Dinas Pendidikan Jatim," ujar Lutfi Isa Anshori, kemarin.


Meski demikian, Lutfi menambahkan, para guru tidak diwajibkan datang ke sekolah. Mereka dapat bekerja di sekolah atau rumah. "Bekerja pada kondisi saat ini mengikuti aturan WFH (work from home) atau WFO (work from office)," katanya.


Sedangkan para siswa, sesuai surat nomor 420/1479/101.6.25/2021, tetap mendapatkan jatah libur semester selama satu bulan. Namun, para siswa tidak dianjurkan bepergian ke tempat wisata mengingat saat ini terjadi lonjakan Covid-19 di berbagai daerah.


Sementara itu, Ketua PGRI Jatim Teguh Sumarno menyikapi surat edaran tersebut dengan bijak. Menurut dia, sesuai aturan yang berlaku, jika ada masa libur harus libur. "Namun, jika ada kebijakan dari dinas pendidikan atau kepala daerah untuk urusan pendidikan, maka aturan tersebut bisa fleksibel. Para guru harus bekerja sesuai surat edaran tersebut," katanya.


Teguh juga mendukung upaya pemerintah melalui program vaksinasi. Menurut dia, vaksinasi guru dan tenaga pendidik adalah langkah konkret pemerintah untuk menyiapkan pembelajaran tatap muka bulan depan. "Vaksinasi terhadap guru merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19. Kami sangat setuju guru dan tenaga kependidikan menjadi salah satu sasaran yang diprioritaskan mendapat vaksin," tuturnya.


Meski sudah divaksin, Teguh berharap para guru dan tenaga kependidikan tetap mematuhi protokol kesehatan. Yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumuman, mengurangi mobilitas. “Kami sangat senang dengan vaksinasi karena guru-guru merasa aman bekerja dan siswa lebih terlindungi," pungkasnya. (mus/rek)

Editor : Administrator