RADAR SURABAYA – Jawa Timur, provinsi yang sarat akan sejarah dan budaya, menjadi saksi lahirnya berbagai kota tua yang menyimpan nilai sejarah penting.
Jawa Timur memiliki 38 kabupaten/kota dengan sejarah, kebudayaan, dan kondisi geografis masing-masing.
Dari 38 kabupaten/kota tersebut, ada salah satu kota tertua yang telah berdiri sejak 879 Masehi.
Kota tersebut adalah adalah Kediri, yang berdiri pada 27 Juli 879 Masehi. Kini Kota Kediri telah berusia 1145 tahun. Kediri menjadi kota tertua ketiga di Indonesia.
Sejarah dan Perkembangan
Bukti-bukti berdirinya Kota Kediri tertulis dalam Prasasti Kwak, Dimana dituliskan Kediri telah berdiri sejak 879 Masehi.
Pada tahun 1950, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 menetapkan tahun tersebut sebagai tahun berdirinya Kota Kediri.
Penemuan artefak arkeologi pada tahun 2007 mengungkap fakta sejarah jika daerah sekitar Kediri merupakan titik lokasi berdirinya Kerajaan Kediri.
Berdasarkan berbagai sumber sejarah, Kediri telah berdiri sejak abad ke-9 Masehi dan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Kediri yang berjaya pada masanya.
Dahulu Kediri menjadi permukiman perkotaan ketika Raja Airlangga memindahkan pusat pemerintahan kerajaannya dari Kahuripan ke Dahanapura.
Kediri memiliki akar sejarah yang kuat, dimulai dari penemuan Prasasti Harinjing yang mencatat keberadaan kota ini sejak tahun 804 Masehi.
Pada masa itu, Kediri dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu, yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan Kediri.
Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-12 di bawah pemerintahan Raja Jayabaya, yang terkenal dengan ramalan-ramalannya.
Setelah masa kejayaan Kerajaan Kediri, kota ini menjadi bagian dari berbagai kekuasaan besar seperti Kerajaan Singasari, Majapahit, hingga masa kolonial Belanda.
Pada 1 April 1906, Gemeente (Kota Madya) atau pembagian sistem tata negara Kediri diresmikan.
Pada 1 November 1928, Kota Kediri berubah menjadi Zelfstanding Gemeenteschap (Kota Swapraja).
Kediri juga memiliki peran penting dalam sejarah modern Indonesia, terutama dalam perlawanan terhadap penjajahan.
Saat ini, Kediri berkembang pesat menjadi kota modern dengan berbagai kemajuannya.
Kediri berkembang pesat dari segi pemerintahan, infrastruktur, kehidupan masyarakat, sosial, perekonomian, hingga layanan publik.
Daya Tarik Wisata
Kediri menawarkan berbagai destinasi wisata sejarah yang menarik, di antaranya:
Candi Tegowangi - Merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang memiliki nilai seni dan sejarah tinggi.
Simpang Lima Gumul - Merupakan ikon modern Kediri yang sering disebut sebagai "Arc de Triomphe"-nya Indonesia.
Museum Airlangga - Museum ini menyimpan artefak-artefak penting dari masa Kerajaan Kediri dan sekitarnya.
Gunung Kelud - Adalah sebuah gunung berapi yang tergolong aktif. Gunung Kelud telah menjadi objek wisata Kabupaten Kediri dengan kubah lava menjadi daya tariknya.
Kediri adalah tempat yang tepat untuk mempelajari sejarah Jawa Timur, mulai dari era Hindu-Buddha hingga masa kolonial.
Kediri memiliki tradisi seperti seni tari dan kuliner khas seperti tahu takwa dan getuk pisang menjadi daya tarik tersendiri.
Itulah sekilas mengenai sejarah, perkembangan, dan daya Tarik wisata Kediri sebagai kota tertua di Jawa Timur. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari