RADAR SURABAYA – Sebuah video menampilkan aksi perundungan (bullying) yang dilakukan tujuh siswi SMA terhadap tiga remaja perempuan di Sidoarjo viral di media sosial (medsos).
Setelah ditelusuri, aksi bullying tersebut terjadi di gang samping Perumahan Citra Harmoni, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Sabtu (30/11). Namun sampai saat ini, video tersebut terus tersebar hingga membuat polisi akhirnya turun tangan.
Video yang merekam aksi tujuh remaja melakukan aksi perundungan ini salah satunya diunggah oleh akun Instagram @sorot.sidoarjo pada Kamis (5/12).
Dalam video tampak kejadian terjadi pada malam hari. Mulanya, korban yang menggunakan baju warna krem bergaris terlihat berusaha menjelaskan permasalahan yang menimpa mereka. Namun, hal itu sepertinya tidak ditanggapi oleh pelaku yang memakai kerudung warna hitam.
“Dibaleni maneh c*k, kapan aku ngomong?,” kata pelaku dalam video.
Secara tiba-tiba, pelaku mendorong dan memukul kepala korban secara bertubi-tubi. Hal ini membuat korban terdiam, dan menyaksikan pelaku yang memakinya sembari terus melayangkan pukulan.
Sesaat kemudian, pelaku yang lain manarik paksa rambut korban dari belakang dengan kencang secara berkali-kali. Pelaku yang berkerudung biru bahkan menyaksikan hal itu sembari menghisap sebatang rokok.
“Mangkane opo-opo iku digolek i sek informasine (makanya apapun itu dicari dulu informasinya)” lanjut pelaku berkerudung biru.
Selanjutnya, dalam video terdengar suara teman-teman pelaku yang berpamitan untuk pergi membeli makanan sebentar. Video berakhir dengan korban yang diam berhadapan dengan pelaku berkerudung hitam.
Menurut kesaksian warga, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 19.15 WIB. Sebelumnya, baik pelaku dan korban tampak saling kenal dan duduk bersama di warkop dekat tempat kejadian perkara (TKP).
“Antara pelaku dan korban saling kenal, saya tidak mengetahui secara pasti, yang jelas mereka sama-sama ngopi di warkop,” kata penjaga warkop di TKP, Kamis (5/12).
Menurut si penjaga warkop, saat itu kondisi warungnya sedang padat pengunjung sehingga ia tidak tahu jika kejadian berikutnya para remaja yang ngopi di warungnya itu bakal melakukan aksi perundungan.
"Benar mas kejadiannya hari Sabtu (30/11) malam habis salat Isya. Tapi pada saat saya ke lokasi, peristiwa itu sudah bubar. Saya melihat mereka baik pelaku dan korban bergegas masuk ke warkop," ungkap Khalim, warga setempat.
Saksi lain dari warga membenarkan adanya keributan pada hari Sabtu (30/11) itu. Namun saat ia mendatangi TKP, pelaku dan korban langsung kabur dan bergegas masuk ke sebuah warkop.
Viralnya aksi perundungan ini membuat Perwira Unit (Panit) Reskrim Polsek Taman, Ipda Andri Sasongko, angkat suara. Ia mengonfirmasi adanya kejadian perundungan yang menimpa tiga orang korban dengan tujuh pelaku.
"Jadi terkait di media sosial yang viral itu, terkait adanya korban anak perempuan yang dikeroyok beberapa perempuan, setelah kita selidiki itu TKP-nya sebelah Mie Gacoan Citra Harmoni," beber Andri, Kamis (5/12).
Andri menambahkan jika kelompok pelaku merupakan siswi SMA dan korban merupakan anak di bawah umur. Saat ini, salah satu korban telah membuat laporan ke Polresta Sidoarjo.
"Kejadian ini melibatkan tujuh pelaku dan tiga korban. Saat ini kasusnya telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo," lanjutnya.
Video merekam aksi perundungan ini telah ditonton sebanyak 242 ribu kali pengguna Instagram dan telah mendapatkan ribuan komentar dari warganet yang geram atas aksi kriminal yang dilakukan para siswi SMA tersebut.
“Tak enteni klarifikasie ya ...adek preman berhijab...wong ya belom jadi istri saja loh rek wes ribut,” kata @tar***
“Bocil” sekarang pada jagoan, pelajaran 0 kalo gelut 100,” kata @ade***
“Ngulon ngetan Prapatan, byohhhh rokokmu lohhh ws elek rokok an,” kata @a.s*** (ang/jay)
Editor : Jay Wijayanto