Timteng Memanas, Jemaah Umrah Tak Perlu Cemas

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:55 WIB
Kakanwil Kemenhaj Jatim Mahmudi. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Kakanwil Kemenhaj Jatim Mahmudi. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - Meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk serangan yang terjadi di area Bandara King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, menjadi perhatian serius.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan bahwa keselamatan jemaah umrah Indonesia adalah prioritas utama pemerintah. 

Hingga saat ini, dipastikan tidak ada jemaah umrah asal Indonesia yang terdampak langsung oleh situasi tersebut. Seluruh rangkaian ibadah berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Kemenhaj Evaluasi 360 Biro Umrah di Jatim, Izin Dicabut Tak Boleh Ganti Nama

Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Jawa Timur Mahmudi mengatakan, bagi jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi maupun calon jemaah yang belum berangkat tetap tenang, waspada, dan fokus melaksanakan ibadah.

"Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan, jemaah diimbau agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan memfokuskan kegiatan pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah. Jemaah diminta membatasi perjalanan yang tidak mendesak, mematuhi arahan otoritas setempat, menghindari lokasi rawan, dan terus berkoordinasi dengan pihak travel," ujar Mahmudi, Selasa (13/10).

Baca Juga: Kemenhaj Jatim Perketat Pengawasan 360 Travel Umrah

Ia juga menekankan bahwa situasi di kawasan Timur Tengah memang memerlukan kewaspadaan ekstra. Tidak hanya bagi mereka yang saat ini berada di lokasi, tetapi juga bagi masyarakat yang berencana berangkat.

"Otomatis kalau sudah Timur Tengah, ya harus hati-hati. Bukan hanya yang masih di sana, kan banyak juga yang akan berangkat," katanya.

Baca Juga: Bank Jatim Dorong Penguatan UMKM melalui Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026

Pihak penyelenggara perjalanan umrah atau biro perjalanan juga diminta untuk terus memantau perkembangan situasi secara ketat dan menjaga jemaah agar tidak berlebihan merasa cemas, namun tetap waspada.

"Biro perjalanan harus betul-betul memantau para jemaahnya dan mengetahui bagaimana menyikapi kondisi seperti ini. Tetap pantau perkembangan situasi. Jika situasi dinilai membahayakan, perjalanan sebaiknya ditunda terlebih dahulu," tegasnya.

Baca Juga: Gagal Berangkat, Puluhan Calon Jemaah Umrah Lapor Polda Jatim

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terbaru dari pemerintah Arab Saudi maupun Kementerian Agama RI terkait kebijakan perjalanan ke wilayah tersebut. Masyarakat diimbau tetap merujuk pada informasi resmi dari pemerintah dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. (rmt/rek)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar surabaya
madinah Kemenhaj jemaah umrah arab saudi