RADAR SURABAYA – Perayaan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tak hanya diisi seremoni. Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Pendidikan (Dindik) menggelar layanan servis sepeda motor gratis bagi masyarakat.
Sebanyak 8.100 sepeda motor ditargetkan mendapat layanan servis gratis yang digelar serentak di 350 SMK dan mitra industri di seluruh Jawa Timur, Kamis (8/10). Layanan berlangsung pukul 08.00 hingga 15.00 WIB di bengkel SMK yang berpartisipasi.
Baca Juga: 3.974 Guru PPPK Paruh Waktu di Jatim Bakal Dialihkan, Begini Konsep Dindik
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi pendidikan vokasi berdampak, sekaligus menjadi ajang bagi siswa SMK untuk menunjukkan kompetensi mereka kepada masyarakat.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, kegiatan itu terlaksana berkat kolaborasi sekolah, siswa, serta dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA), khususnya SMK yang memiliki konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM).
Baca Juga: Jadi Guru Sehari, Kepala Dindik Jatim Rasakan Langsung Tantangan Mengajar Gen Z
"Terima kasih banyak para kepala sekolah, anak-anakku semua, juga mitra dari DUDIKA. Terima kasih atas partisipasinya untuk memberikan pendidikan berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat melalui layanan servis gratis sepeda motor," ujar Aries, Rabu (7/10).
Menurut Aries, layanan servis gratis tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung proses pembelajaran vokasi di SMK. Pendidikan vokasi, kata dia, lebih banyak menitikberatkan pada praktik dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori.
Baca Juga: Dindik Jatim Siapkan Tracer Study, Ukur Dampak Pelatihan Siswa Vokasi
Dia menegaskan, siswa SMK tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibekali pengalaman praktik dan pendampingan tenaga ahli. Kompetensi itu terus diasah agar siswa mampu menangani pekerjaan teknis kendaraan bermotor sesuai standar industri.
"Anak-anak SMK kita dibekali pengalaman praktik dan dibimbing oleh para tenaga ahli. Karena itu, kompetensi mereka terus diasah agar mampu menangani pekerjaan secara profesional, termasuk dalam melakukan servis sepeda motor," jelasnya.
Baca Juga: Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Dindik Jatim Siapkan Sekolah Jadi Tempat Transit Peserta
Selain praktik, siswa juga menjalani uji kompetensi untuk mengukur kemampuan yang diperoleh selama pendidikan. Sertifikat kompetensi menjadi salah satu bekal penting ketika siswa memasuki dunia kerja.
Baca Juga: Dindik Jatim Hadirkan Veteran dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 RI
"Sertifikat mereka akan diakui. Jadi memang anak-anak SMK ini disiapkan untuk langsung bekerja. Ada kelas industri, ada program prakerin, ada uji kompetensi bersertifikat hingga perekrutan industri," tegas Aries.
Dia menambahkan, keterlibatan industri juga diperkuat melalui program kelas industri dan teaching factory. Melalui program tersebut, siswa mendapatkan pengalaman praktik yang mendekati kondisi kerja sebenarnya.
"Teaching factory ini mengajarkan mereka secara langsung secara riil kerja industri. Mereka praktik langsung sesuai kurikulum dari industri. Sehingga saat lulus nanti, mereka sudah sangat siap untuk terserap DUDIKA," katanya.
Aries pun mengajak masyarakat memanfaatkan layanan servis gratis sekaligus mendukung penguatan pendidikan vokasi di Jatim. "Mari manfaatkan servis sepeda motor gratis yang dilakukan anak-anak SMK kami. Mari semarakkan HUT ke-81 Pemprov Jatim, dukung penuh kompetensi siswa. SMK Jatim siap berkarya untuk masyarakat," katanya.
Data Dindik Jatim mencatat terdapat 426 SMK yang memiliki konsentrasi keahlian TSM dengan total 57.094 siswa. Rinciannya, 97 SMK negeri dengan 19.700 siswa dan 329 SMK swasta dengan 37.394 siswa.
Khusus kegiatan servis gratis HUT ke-81 Jatim, sebanyak 350 SMK TSM terlibat dengan total 55.035 siswa. Target layanan mencapai 8.100 sepeda motor. Dari target tersebut, SMK negeri menyasar 2.795 unit atau 34,51 persen. Sementara SMK swasta menargetkan 5.305 unit atau 65,49 persen.
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Jatim tidak hanya memberikan layanan gratis kepada masyarakat. Program ini juga menjadi ruang praktik bagi siswa sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap kualitas lulusan pendidikan vokasi.
(mus/vga)
Sumber : radar surabaya