RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka peluang kolaborasi dengan Rahmat International Wildlife Museum and Gallery di Medan untuk mengembangkan Museum Mpu Tantular di Sidoarjo.
Kerja sama tersebut salah satunya berpotensi menghadirkan koleksi satwa yang diawetkan untuk memperkaya materi edukasi museum milik Pemprov Jatim.
Peluang kolaborasi itu mengemuka saat Khofifah mengunjungi Rahmat International Wildlife Museum and Gallery dan bertemu pendirinya, Tun Dr. H. Rahmat Shah, Selasa (29/9).
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menyampaikan rencana pengembangan Museum Mpu Tantular sekaligus menjajaki kemungkinan pengayaan koleksi dan materi edukasi melalui pengalaman pengelolaan museum di Medan.
“Kami juga menawarkan kerja sama, mungkin satwa milik Pak Rahmat Shah bisa dititipkan di Jawa Timur dan kami juga menyiapkan ruangan khusus yang diatasnamakan beliau,” kata Khofifah.
Baca Juga: 10.600 Jemaah Haji Jatim 2027 Akan Berangkat dari Dhoho Kediri
Menurut Khofifah, kolaborasi tidak hanya diarahkan untuk menambah koleksi. Museum juga diharapkan semakin kuat sebagai ruang edukasi yang memperkenalkan sejarah, budaya, lingkungan, serta pentingnya menjaga kelestarian alam kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Khofifah Tertarik Pengelolaan Museum Satwa
Khofifah mengaku tertarik mempelajari pengelolaan Rahmat International Wildlife Museum and Gallery.
Museum tersebut memiliki lebih dari 2.600 jenis satwa yang diawetkan dan sekitar 5.600 spesimen dari berbagai belahan dunia.
Berbagai koleksi ditata di tiga lantai dengan pendekatan habitat asli. Koleksi tersebut antara lain African Big Five, Bear Room, Cats of the World, Pheasants of the World, Night Safari, berbagai jenis serangga, hingga satwa khas Indonesia seperti harimau Sumatra dan komodo.
Museum tersebut juga memiliki koleksi kerangka satwa yang menjadi bagian dari materi edukasi mengenai dunia satwa dan konservasi.
Khofifah mengatakan museum memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami latar belakang budaya, sejarah, dan peradaban suatu daerah maupun negara.
“Saya termasuk pencinta museum. Saya juga mengikuti bagaimana kita bisa menemukenali cultural background sebuah negara melalui museum,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman pengelolaan Rahmat International Wildlife Museum and Gallery dapat menjadi perspektif tambahan dalam pengembangan Museum Mpu Tantular di Sidoarjo.
Baca Juga: Umsura Kirim 11 Mahasiswa ke Ende, Bantu Pemulihan Pascagempa
“Luar biasa kedalaman keilmuannya. Kita ingin membangun koneksitas kesejarahan untuk membangun peradaban dan kearifan.
Museum Mpu Tantular Pemprov Jatim di Sidoarjo yang rencananya ingin kita kembangkan, perspektif kita bisa punya penguasaan dan pengayaan dari sini,” ungkapnya.
Rahmat Shah Siap Dukung Pengembangan Museum
Ketua Dewan Pembina ISMI sekaligus pendiri Rahmat International Wildlife Museum and Gallery, Tun Dr. H. Rahmat Shah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Khofifah.
Ia menjelaskan, koleksi satwa yang dimiliki museumnya dikumpulkan dan ditata sebagai sarana edukasi.
Keberadaan koleksi tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi.
Rahmat Shah mengatakan sebagian pengetahuannya mengenai pengelolaan satwa dan kegiatan berburu konservasi diperoleh dari pengalaman di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman.
“Sebagian saya belajar berburu di Kanada, Amerika, Jerman dan negara lainnya. Tapi tentu dengan rules yang harus kita patuhi,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan satwa dan konservasi.
Rahmat Shah juga menilai kolaborasi dan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat merupakan bagian penting dari kontribusi kepada bangsa dan negara.
Sebelum membahas peluang pengembangan Museum Mpu Tantular, kunjungan Khofifah ke Medan juga menjadi momentum menerima penghargaan Satya Lencana Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI).
Penghargaan tersebut diserahkan Rahmat Shah selaku Ketua Dewan Pembina ISMI.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah dan kontribusi Khofifah dalam berbagai bidang yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan penjajakan tersebut, pengembangan Museum Mpu Tantular di Sidoarjo tidak hanya diarahkan pada pengayaan koleksi, tetapi juga penguatan fungsi museum sebagai ruang belajar mengenai sejarah, budaya, satwa, lingkungan, dan konservasi.(nin)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan