10.600 Jemaah Haji Jatim 2027 Akan Berangkat dari Dhoho Kediri

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 09:03 WIB
ALTERNATIF: Jemaah haji 2026 saat berangkat dari Embarkasi Surabaya. Tahun depan Kemenhaj Jatim akan menerapkan dua keberangkatan di Surabaya maupun di Dhoho Kediri.(IST/RADAR SURABAYA)
ALTERNATIF: Jemaah haji 2026 saat berangkat dari Embarkasi Surabaya. Tahun depan Kemenhaj Jatim akan menerapkan dua keberangkatan di Surabaya maupun di Dhoho Kediri.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Sekitar 10.600 calon jemaah haji (CJH) Jawa Timur tahun 2027 akan diberangkatkan melalui Bandara Dhoho, Kediri. Ini merupakan pertama kalinya bandara tersebut dijadikan pintu pemberangkatan haji untuk wilayah Jatim. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Saudia Airlines kini menyusun persiapan operasional sekaligus menegosiasikan agar biaya tetap setara dengan embarkasi Surabaya. 

Direktur PT Ayuberga GSA Saudia Airlines di Indonesia, Andri Bermawi, mengatakan Saudia telah memulai tahap persiapan, termasuk rencana peninjauan langsung tim operasional ke Bandara Dhoho, Kediri. Pasalnya bandara tersebut baru dan pertama kalinya untuk penerbangan haji sehingga pihaknya harus mempersiapkan landasan pesawat yang akan mendarat dan lepas landas. Juga persiapan sarana prasarana penunjang lainnya. 

“Kami sudah mulai tahap persiapan. Bandara Dhoho ini baru akan dioperasionalkan dan sampai sekarang belum ada penerbangan pesawat berbadan lebar, sehingga bagian operasional Saudia sudah mulai melakukan kunjungan dan observasi kondisi bandara. Insya Allah kalau tidak ada halangan, besok tim operasional akan mengunjungi Dhoho untuk melakukan observasi,” ujar Andri, Rabu (30/9) ditemui disela-sela peresmian kantor di Hotel Bumi Surabaya. 

Baca Juga: IFR Isyaratkan Pemilik Manchester City Bisa Dikeluarkan dari Sepakbola Inggris

Rencananya akan ada 26 kloter penerbangan jemaah haji dari Bandara Dhoho, sedangkan dari Juanda Surabaya sekitar 70 kloter. Kedua pintu keberangkatan tetap menggunakan pesawat maskapai Saudia Airlines. Terkait biaya Andri mengaku masih menunggu kesepakatan harga dan masih dalam proses pembahasan.

 “Kalau sampai saat ini sebetulnya biaya juga belum diputuskan, masih ada negosiasi dan diskusi mengenai harga antara Kementerian Haji dan Umrah Indonesia dan pihak manajemen Saudia Airlines. Insya Allah akan ada ketemu titik temunya,” ungkapnya.

 Kakanwil Kemenhaj Provinsi Jatim, Mahmudi, menjelaskan calon jemaah haji yang akan berangkat dari Dhoho berasal dari wilayah Kediri, Kota Kediri, Nganjuk, Trenggalek, Madiun, Ponorogo, Ngawi, Magetan, Mataraman, serta Jombang dan Bojonegoro karena dinilai lebih dekat. 

Baca Juga: Pep Guardiola Buka Suara soal Kasus Finansial Man City, Tegaskan Dukungan

“Jumlah jemaah sekitar 10.600 orang. Skema ini sudah disusun dan didukung seluruh pemangku kepentingan. Bandara, otoritas, hingga imigrasi sudah menyatakan siap. Tinggal negosiasi akhir dengan maskapai,” kata Mahmudi.

 Ia mengakui potensi adanya biaya tambahan karena Dhoho merupakan embarkasi baru yang belum memiliki kelengkapan standar penerbangan haji. Meski demikian, pihaknya berupaya agar biaya tidak berbeda dengan Surabaya.

 “Karena ini bandara baru, kemungkinan ada penambahan biaya. Namun kami berharap melalui negosiasi, biayanya tidak berbeda dengan Surabaya. Tujuannya memudahkan jemaah sekaligus menjaga keterjangkauan tanpa biaya yang besar,” tuturnya.

Baca Juga: Lima Konsumen Beruntung Bawa Pulang Yamaha Fazzio Hybrid Neo dari Yamaha Customer Day 2026

 Sementara itu pembukaan Bandara Dhoho Kediri sebagai pemberangkatan jemaah haji 2027 bertujuan mengurangi beban Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo yang sudah padat, sekaligus menyediakan jalur penerbangan langsung tanpa transit pengisian bahan bakar menggunakan pesawat berbadan lebar. (rmt/gun)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
Bandara Dhoho Kediri jadwal haji 2027 pemberangkatan CJH Jatim