SIG Perluas Recycle for Good di Surabaya dan Malang, Sasar 10.000 Ton Sampah Kemasan

Moh. Afik • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 23:32 WIB
Commercial Director SIG Asia Pacific South, Japan and Korea Noer Wellington mengatakan, penguatan sistem daur ulang perlu dilakukan dari hulu hingga hilir. (M Afik Firdaus)
Commercial Director SIG Asia Pacific South, Japan and Korea Noer Wellington mengatakan, penguatan sistem daur ulang perlu dilakukan dari hulu hingga hilir. (M Afik Firdaus)

RADAR SURABAYA – Upaya mencegah sampah kemasan mencemari laut diperluas SIG bersama sejumlah mitra melalui program “Recycle for Good – Prevent Marine Litter”.

Program daur ulang sampah tersebut kini mencakup Surabaya dan Malang di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, serta Bali.

Ekspansi ini menjadi bagian dari proyek regional yang juga melibatkan Thailand dan Filipina.

Secara keseluruhan, program tersebut menargetkan pencegahan sedikitnya 10.000 ton limbah kemasan agar tidak masuk ke laut serta melibatkan sedikitnya 100.000 rumah tangga di tiga negara peserta.

Program “Recycle for Good” sebelumnya telah berjalan di Jakarta. Perluasan dilakukan untuk memperkuat sistem pemilahan, pengumpulan, dan daur ulang sampah sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah kemasan.

Commercial Director SIG Asia Pacific South, Japan and Korea Noer Wellington mengatakan, penguatan sistem daur ulang perlu dilakukan dari hulu hingga hilir.

Baca Juga: Tekanan Fiskal, Pemkot Surabaya Dorong Pembiayaan Alternatif untuk RAPBD 2027

“Perluasan ini melanjutkan kegiatan ‘Recycle for Good’ yang telah berjalan di wilayah Jakarta dan akan semakin memperluas program pengumpulan kemasan sekaligus mendukung investasi pada infrastruktur daur ulang di Indonesia,” ujar Noer.

Recycle for Good Menjangkau 389 Lokasi

Dalam pelaksanaannya, SIG menggandeng Plastic Bank, Wuppertal Institute for Climate, Environment and Energy, serta Decision Context.

Saat ini, inisiatif tersebut mencakup Jakarta, Jawa Barat, Surabaya dan Malang di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, serta Bali.

Hingga kini, proyek telah dilaksanakan di 389 lokasi dengan dukungan berbagai mitra, mulai dari sekolah, komunitas, kafe, pelaku usaha, lembaga keagamaan, hingga pengumpul sampah.

Jaringan tersebut berperan memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan daur ulang dan mendorong penerapan kebiasaan yang lebih berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Noer, penanganan sampah laut tidak cukup hanya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Diperlukan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari pemilahan hingga pengolahan material yang dapat didaur ulang.

“Melalui ‘Recycle for Good – Prevent Marine Litter’, SIG dan para mitra berupaya membuat daur ulang lebih mudah diakses dan lebih praktis dengan menggabungkan keterlibatan masyarakat, perubahan perilaku, jaringan pengumpulan, infrastruktur daur ulang, serta kolaborasi di sepanjang rantai nilai,” katanya.

Perkuat Infrastruktur Daur Ulang

Selain memperluas jaringan pengumpulan, SIG bekerja sama dengan Eco-Paper untuk meningkatkan peralatan pulping di fasilitas daur ulang.

Baca Juga: Porprov Jatim 2027: KONI Bersama TD Cek Venue 69 Cabor di Surabaya

Penguatan peralatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pemrosesan karton minuman bekas pakai sekaligus menciptakan alur pemulihan material yang lebih efektif.

Program “Recycle for Good” juga memanfaatkan perangkat digital dan mekanisme berbasis insentif untuk mendorong keterlibatan masyarakat.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu membangun kebiasaan memilah dan mendaur ulang sampah secara konsisten.

Dengan memperkuat konektivitas antara sistem pengumpulan di tingkat komunitas dan saluran daur ulang, program ini

diharapkan dapat meningkatkan pemulihan material sekaligus mendukung mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada ekosistem daur ulang.

“Bersama para mitra, SIG berupaya memastikan lebih banyak kemasan bekas masuk ke alur pemulihan dan daur ulang yang tepat, sekaligus mendorong kebiasaan daur ulang yang dapat memberikan manfaat lingkungan dan sosial secara berkelanjutan,” ujar Noer.

Targetkan 100.000 Rumah Tangga

Secara regional, “Recycle for Good – Prevent Marine Litter” diterapkan melalui pendekatan lintas negara.

Indonesia, Thailand, dan Filipina menjadi bagian dari proyek yang menargetkan keterlibatan sedikitnya 100.000 rumah tangga.

Ketiga negara tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman, data, metodologi, serta praktik implementasi dalam memperkuat sistem pengelolaan dan daur ulang limbah kemasan.

Melalui kolaborasi tersebut, program diharapkan tidak hanya mengurangi potensi sampah kemasan yang berakhir di laut, tetapi juga memperkuat ekosistem daur ulang dari tingkat masyarakat hingga fasilitas pengolahan.(fix) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Recycle for Good Daur Ulang Sampah Sampah Laut SIG pengelolaan limbah