RADAR SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali memperkuat kiprahnya di kancah pendidikan tinggi internasional.
Tahun ini, lebih dari 80 mahasiswa internasional dari 10 negara resmi bergabung dan menempuh pendidikan di Unesa.
Para mahasiswa asing tersebut berasal dari berbagai negara di Asia, Afrika, hingga kawasan lainnya.
Mereka antara lain datang dari Timor Leste, Thailand, Tiongkok, Mozambik, Kazakhstan, Tanzania, Kenya, Korea Selatan, Yaman, dan Pakistan.
Kehadiran mahasiswa internasional tersebut disambut melalui acara Welcoming International Students yang digelar Unesa Global Engagement (UGE) di Home Theatre Perpustakaan Rektorat, Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, Jumat (25/9).
Kepala Subdirektorat Urusan Internasional UGE Unesa, Asrori, mengatakan mahasiswa internasional yang diterima Unesa mengikuti pendidikan melalui sejumlah program dan skema beasiswa.
“Harapan kami melalui penyambutan ini, mereka bisa saling terhubung dan merasa feel at home di Unesa.
Baca Juga: Kasus Influenza A Naik di Surabaya, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Saat lulus nanti, mereka diharapkan mampu menjadi duta bagi Unesa dan Indonesia di negara masing-masing,” ujar Asrori.
Mahasiswa Internasional Unesa Ikuti Beragam Program
Lebih dari 80 mahasiswa internasional tersebut menempuh pendidikan di berbagai fakultas di Unesa.
Mereka masuk melalui sejumlah skema, mulai dari Unesa Global Scholarship (UGS), Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Darmasiswa/Beasiswa Seni dan Budaya, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), hingga International Credit Transfer.
UGE juga menyiapkan pendampingan bagi mahasiswa asing selama menjalani masa studi.
Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan akademik sekaligus kehidupan sosial di Surabaya.
Menurut Asrori, proses adaptasi menjadi bagian penting bagi mahasiswa internasional yang baru pertama kali tinggal dan belajar di Indonesia.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengikuti kegiatan perkuliahan, tetapi juga membangun relasi dengan mahasiswa dan masyarakat di lingkungan sekitar kampus.
Mahasiswa Tiongkok dan Yaman Nyaman Belajar di Unesa
Kesan positif terhadap lingkungan Unesa juga disampaikan mahasiswa internasional yang baru bergabung.
Baca Juga: Dewan Jatim Dorong Kabupaten/Kota Bangun Feeder untuk Bus Trans Jatim
Wini, mahasiswa program BIPA asal Tiongkok, mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus.
“Orang-orang dan mahasiswa di sini sangat ramah, hangat, dan mudah disapa. Penyesuaian diri saya terasa begitu mudah,” ungkap Wini.
Hal serupa disampaikan Ahmed, mahasiswa asal Yaman. Ia mengaku keramahan warga kampus membuat dirinya merasa nyaman sejak hari pertama berada di Unesa.
“Awalnya saya terkejut karena orang-orang di sini sangat baik dan selalu siap membantu setiap kali saya menghadapi kesulitan. Pengalaman ini membuat saya sangat kerasan di Unesa,” tuturnya.
Bertambahnya mahasiswa internasional menjadi bagian dari upaya Unesa memperluas jejaring pendidikan tinggi global.
Kehadiran mereka juga membuka ruang interaksi lintas budaya antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa dari berbagai negara.
Dengan latar belakang negara dan budaya yang beragam, lingkungan akademik Unesa semakin memperlihatkan karakter kampus yang terbuka terhadap komunitas internasional.
Pada akhirnya, mahasiswa internasional yang menyelesaikan studi di Unesa diharapkan dapat membawa pengalaman akademik dan budaya yang diperoleh selama berada di Indonesia ke negara asal masing-masing.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan